Naik Lagi, Harga Bensin Shell Paling Mahal Dibanding Merek Lain

Rabu, 8 Juni 2022 19:46 WIB

Per 1 Juni 2022, harga bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell kembali naik. Kenaikan itu terjadi merata pada jenis bahan bakar bensin dan solar.

Khusus untuk bensin, harga jual Shell jadi yang paling mahal dibanding kompetitor yang lain. Untuk bensin dengan tingkat oktan 92 atau setara dengan produk Pertamax yang dijual Pertamina, situs Shell mencantumkan harga Rp 17.500 per liter. Lebih mahal Rp 5.000 dibanding harga jual Pertamax di kawasan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Hal serupa juga terjadi pada bensin dengan tingkat oktan lebih tinggi. Untuk kelas V-Power atau tingkat oktan 95, Shell menjualnya dengan harga Rp 18.500 per liter. Sedangkan kompetitor lain seperti BP-AKR menjualnya dengan harga Rp 15.990 per liter, dan Vivo memasang harga Rp 15.900 per liter.

Begitu pula untuk kelas RON 98 bermerek V-power Nitro+, yang dijual dengan harga Rp 19.420 per liter. Sedangkan Pertamina menjual bensin di kelas serupa bermerek Pertamax Turbo dengan harga Rp 14.800 per liter di sebagian besar daerah. Secara umum, harga jual bensin Pertamina paling rendah di setiap kelas dibanding SPBU milik perusahaan-perusahaan asing.

Shell telah bertahap menaikkan harga bahan bakar sejak Februari lalu, menyusul harga minyak dunia yang melambung tinggi. Sedangkan Pertamina baru sekali menaikkan harga bahan bakar di tahun ini, yakni pada April lalu. Pertamax yang semula dihargai Rp 9.000 per liter, harganya naik pada kisaran Rp 12.500 hingga Rp 13.000 per liter.

Pada akhir Maret lalu, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menyebut bahwa  Kementerian Energi, Sumber Daya, dan Mineral (ESDM) menetapkan harga keekonomian Pertamax mencapai Rp 16 ribu per liter.