10 BUMN Penerima PMN 2023 Beserta Nominalnya

Rabu, 6 Juli 2022 19:06 WIB

Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui pemberian penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 73,26 triliun bagi 10 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2023. Jumlah itu terdiri dari suntikan modal tunai sebesar Rp 69,84 triliun, dan modal nontunai senilai Rp 3,44 triliun. PT. Hutama Karya menjadi BUMN dengan penerima PMN terbanyak, yakni sebanyak Rp 30,561 triliun dalam bentuk tunai.

Berikut detail peruntukkan PMN bagi 10 BUMN itu pada 2023:

PLN: pembangunan infrastuktur ketenagalistrikan sektor pembangkit, transmisi, gardu induk, dan distribusi, termasuk di dalamnya pelaksanaan Program Listrik Desa dan Pembangkit EBT.

PT LEN Industri: pembangunan fasilitas dan peningkatan kapasitas produksi radar, pesawat, kapal, amunisi, medium tank, kendaraan tempur, dan modernisasi senjata.

PT Rajawali Nusantara Indonesia/ID Food: memperbaiki struktur permodalan, meningkatkan kapasitas usaha perseroan, dan mewujudkan ketahanan pangan nasional.

PT Hutama Karya (HK): pembangunan infrastruktur Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang terdiri atas PMN konstruksi JTTS Tahap I dan Tahap II.

PT Aviasi Pariwisata Indonesia/ In Journey: penguatan permodalan restrukturisasi, pengembangan infrastuktur pariwisata dan infrastuktur aviasi, serta pembebasan lahan dan penyelesaian proyek kawasan KEK Mandalika.

PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia/ IFG: pelaksanaan penugasan penjaminan KUR yang dijalankan oleh PT Jamrindo dan PT Askrindo

PT KAI: memenuhi setoran modal porsi Indonesia dalam penambahan pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Perum Damri: penyediaan armada untuk penugasan perintis, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), armada bus listrik untuk perkotaan melalui program buy the service dan untuk meningkatkan kapasitas bisnis perusahaan.

AirNav Indonesia: dalam rangka mencapai seamless Air Traffic Management (ATM) di kawasan regional serta mendukung program strategis modernisasi ATM.

PT. Len Industri dan PT. Rajawali Nusantara Indonesia juga mendapat PMN nontunai dengan besaran seperti yang tertera pada diagram interaktif di atas. Modal ini berbentuk konversi Piutang Negara (SLA/RDI) dan aset eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).