BPS: Tingkat Inflasi Tahunan Juli 2022 4,94 Persen, Tertinggi Sejak Oktober 2015

Selasa, 2 Agustus 2022 20:35 WIB

Hasil pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) di 90 kota menunjukkan bahwa tingkat inflasi tahunan (year-on-year) Indonesia pada Juli 2022 menembus 4,94 persen. Angka itu menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2015, yang mencapai 6,25 persen.

Sedangkan untuk tingkat inflasi bulanan Juli lalu sebesar 0,64 persen, naik dari 0,61 persen di Juni 2022. Kemudian nilai indeks harga konsumen (IHK) bulan lalu adalah 111,80. BPS juga menyebut bahwa inflasi terjadi di seluruh kota yang dipantau lembaga itu. 

“Kalau kita lihat, penyumbang utama inflasi pada Juli ini antara lain adalah karena kenaikkan harga pada cabai merah, tarif angkutan udara, kemudian  bahan bakar rumah tangga, dan cabai rawit,” ujar Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers virtual pada Senin, 1 Agustus 2022.

Dari angka inflasi bulanan 0,64 persen, komponen non-inti berupa komponen bergejolak, terutama komoditas pangan, menyumbang 0,25 persen. Disusul komponen harga diatur pemerintah sebesar 0,21 persen. Sedangkan komponen inti memiliki andil 0,21 persen.  Bahkan komponen bergejolak mengalami kenaikan tingkat inflasi hingga 11,47 persen dibanding tahun lalu.

Hal serupa juga tampak pada kelompok pengeluaran, di mana kategori makanan, minuman, dan tembakau memiliki andil sebesar 0,31 persen dari tingkat inflasi bulanan 0,61 persen. Secara tahunan, kategori ini mengalami inflasi sebesar 9,35 persen.

Selain momen krisis energi dan pangan global akibat invasi Rusia ke Ukraina, BPS mengamati bahwa kenaikan tingkat inflasi bulan lalu tidak terlepas dari kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM dan gas elpiji nonsubsidi, serta kenaikan harga listrik. Selain itu, ada juga momen Idul Adha dan libur sekolah yang mendorong kenaikan konsumsi masyarakat.

Tak hanya itu, BPS juga menemukan bahwa curah hujan di daerah sentra produksi cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah tergolong tinggi dan sangat tinggi. Curah hujan tinggi berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman yang dapat berujung gagal panen.