Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Mei 2022 Kembali Turun

Rabu, 3 Agustus 2022 19:13 WIB

Berdasarkan data terbaru Bank Indonesia (BI), posisi utang luar negeri Indonesia pada Mei 2022 mencapai US$ 406,28 miliar. Jumlah itu berkurang dari  US$ 409,46 miliar di bulan sebelumnya. Untuk diketahui, utang luar negeri pada April lalu juga mengalami penurunan dari posisi utang di bulan Maret.

“Secara tahunan, ULN Mei 2022 terkontraksi 2,6 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi bulan sebelumnya sebesar 2,0 persen (yoy),” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulis pada 15 Juli 2022.

Sebagian besar utang luar negeri Indonesia di bulan Mei lalu merupakan utang swasta sebesar US$ 209,39 miliar, turun dari US$ 210,23 miliar di bulan sebelumnya. Penurunan itu diakibatkan kontraksi jumlah ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) sebesar 0,9 persen (yoy). Perkembangan ini terutama berasal dari pembayaran pinjaman dan surat utang yang jatuh tempo.

 

Sedangkan utang pemerintah dan bank sentral berjumlah US$ 196,89 miliar, menurun dari US$ 199,24 miliar di April 2022. Pengurangan ULN pemerintah dan bank sentral disebabkan beberapa seri Surat Berharga Negara (SBN) telah jatuh tempo pada Mei lalu, serta pengaruh sentimen global yang memicu pergeseran investasi portofolio di pasar SBN domestik oleh investor nonresiden. 

Namun BI mencatat bahwa utang luar negeri mengalami sedikit kenaikan dari bulan sebelumnya, terutama pinjaman bilateral dari beberapa lembaga partner yang ditujukan untuk mendukung pembiayaan beberapa program dan proyek prioritas.

BI menyebut utang luar negeri Indonesia masih terkendali tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 32,3 persen, menurun dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 32,6 persen. Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap sehat, karena sebagian besar masih berupa ULN berjangka panjang, yang menyumbang 86,7 persen dari total ULN.