BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2022 Capai 5,44 Persen

Rabu, 10 Agustus 2022 00:08 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun ini mencapai 5,44 persen. Angka ini didapat dari kenaikan nilai produk domestik bruto atas dasar harga konstan (PDB ADHK) Indonesia pada triwulan tersebut dibandingkan perolehan pada triwulan yang sama tahun lalu.

Untuk diketahui, nilai PDB ADHK pada kuartal II 2022 sebesar Rp 2.923,7 triliun. Sementara nilai PDB ADHK pada kuartal II tahun lalu sebesar Rp 2.772,83 triliun.

Sejak kuartal II 2021, perekonomian Indonesia selalu mencatatkan pertumbuhan positif secara tahunan (year-on-year) setelah sempat mengalami kontraksi sepanjang kuartal II 2020 hingga kuartal I 2021 akibat pandemi Covid-19.

“Tren pertumbuhan ekonomi secara year-on-year ini meningkat secara persisten. Ini terus berlanjut makin meningkat,” kata Kepala BPS Margo Yuwono pada Jumat, 5 Agustus 2022.

Selain itu, nilai PDB ADHK Indonesia pada kuartal II 2022 pun telah melampaui perolehan pada kuartal II 2019, yang menandakan bahwa perekonomian Indonesia pascapandemi mengalahkan kinerja perekonomian sebelum pandemi.

“Hal ini menandakan pemulihan ekonomi yang berlangsung sejak triwulan II 2021 terus berlanjut dan semakin menguat,” ujar Margo.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara triwulanan atau quarter-on-quarter (qoq) pada kuartal II 2022 bila dibandingkan kuartal I 2022 adalah 3,72 persen. Untuk diketahui, nilai PDB ADHK pada triwulan I tahun lalu mencapai Rp 2.818,58 triliun.

 

Ditilik dari struktur perekonomian melalui PDB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB), sektor industri pengolahan masih menyumbang sebagian besar PDB ADHB Indonesia kuartal II 2022 meski proporsinya menurun. Sedangkan lapangan usaha pertambangan dan penggalian mengalami kenaikan persentase signifikan, yakni sebesar 2,58 persen.

Berdasarkan struktur pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih mendominasi PDB ADHB triwulan II tahun ini, yakni hingga 51,47 persen, meningkat dari 37,99 persen di triwulan sebelumnya.