Makan 131 Korban Jiwa, Tragedi Kanjuruhan Terburuk Kedua di Dunia

Selasa, 4 Oktober 2022 14:30 WIB

Tragedi Kanjuruhan pada Sabtu, 1 Oktober 2022 malam menelan 131 korban jiwa. Selain itu, sebanyak 323 orang mengalami luka-luka. Jumlah korban jiwa dalam tragedi ini mencatatkannya sebagai tragedi sepakbola terburuk kedua dunia di dunia. Berada di bawah tragedi Stadion Nacional, Peru yang menelan 328 korban jiwa. Kemudian, di peringkat ketiga adalah tragedi Stadion Accra Sports, Ghana yang menelan 126 korban jiwa. 

Tragedi Kanjuruhan bermula setelah pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan. Dalam laga itu, Arema kalah 2 - 3 dari Persebaya.

Setelah peluit panjang dibunyikan, para pendukung tuan rumah masuk ke dalam lapangan, dan berusaha mendekati pemain beserta ofisial Arema FC. Saat itulah, aparat menembakkan gas air mata ke arah tribun penonton. Para penonton yang panik akibat gas air mata pun berdesak-desakkan keluar pintu stadion, alhasil banyak korban yang tewas terinjak-injak.

 

Sempat ditemukan simpang-siur terkait data jumlah korban pada tragedi nahas tersebut. Pada Minggu, 2 Oktober 2022 sore,  Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyebut bahwa data yang beredar sebelumnya adalah 129 korban jiwa. Namun, setelah proses verifikasi lebih lanjut, diketahui jumlah korban sebenarnya adalah 125 korban jiwa. 

Kemudian, pada Selasa, 4 Oktober 2022, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa angka kematian meningkat jadi 131 korban jiwa. Enam korban tersebut tidak menjalani perawatan di rumah sakit, alhasil tidak tercatat pada crisis center.

MAHARDIKA ZENAR AULIYA

*artikel ini mengalami revisi isi dan judul pada Rabu, 5 Oktober 2022. Revisi dilakukan setelah diumumkan bahwa korban jiwa mencapai 131 jiwa. Dengan demikian, tragedi ini menjadi yang terburuk kedua sepanjang sejarah sepak bola dunia.