Potret Perguruan Tinggi Pasca-akreditasi
Edisi: 09/31 / Tanggal : 2002-05-05 / Halaman : 91 / Rubrik : IT / Penulis : Kalim, Nurdin , ,
Setelah akreditasi tidak wajib lagi, bagaimana mutu perguruan tinggi? Ini bergantung pada penilaian masyarakat, antara lain dengan melihat kemampuan para lulusannya menembus pasar tenaga kerja. Ada perguruan tinggi swasta yang lalu membentuk alumni center. Apa itu?
+++
Pendidikan Alternatif, Pendidikan Plus?
Sekolah alternatif menerapkan sistem pendidikan berbedayang plus, konon. Guru bukan satu-satunya sumber ilmu. Murid bisa menggali ilmu di luar, kemudian mempresentasikannya di depan kelaslalu memperdebatkannya, termasuk dengan guru. PR tak lagi perlu.
***
MUTU DULU, AKREDITASI BELAKANGAN
Status akreditasi bukan satu-satunya ukuran mutu perguruan tinggi. Boleh ya, boleh tidak. Soal mutu, masyarakatlah yang akan menilai dan mengawasinya.
ADA yang berubah pada dunia pendidikan tinggi Indonesia sekarang. Hari-hari ini perguruan tinggi negeri maupun swasta praktis tak ada bedanya lagi. Yang membedakannya, barangkali, hanya seberapa jauh proses belajar-mengajar berlangsung maksimal dan mutu lulusan masing-masingnya bisa diandalkan. Bahkan, bisa saja alumni perguruan tinggi swasta tertentu lebih bermutu daripada lulusan negeri. Artinya, lulusan sebuah perguruan tinggi swasta lebih banyak terserap pasar tenaga kerja atau menjalankan praktek profesinya.
Dulu, sebelum Surat Keputusan Mendiknas Nomor 004/U/2002 tentang Akreditasi Program Studi pada Perguruan Tinggi, salah satu ukuran mutu sebuah perguruan tinggi adalah status akreditasi. Namun, setelah keluarnya surat keputusan…
Keywords: -
Rp. 15.000
Artikel Majalah Text Lainnya
S
I
P
