Sang Singa Terpuruk Di Lubang Tikus

Edisi: 43/32 / Tanggal : 2003-12-28 / Halaman : 120 / Rubrik : LAPUT / Penulis : Fadjri, Raihul , ,


SADDAM Hussein tidak mengaum. "Ia tertangkap bak seekor tikus," kata Mayor Jenderal Raymond Odierno, Komandan Divisi Infanteri ke-4 Amerika Serikat, seraya menggambarkan kontras antara bayangan dan kenyataan yang dijumpainya, Sabtu malam 13 Desember lalu, di sebuah lubang di Ad Dawr, sebelah tenggara Tikrit. Saddam, yang bergelar "Singa dari Babilonia", terpuruk, terhina, tapi Amerika Serikat merayakannya sebagai kemenangan.

Inilah berita paling melegakan bagi pencinta perang di AS setelah Presiden George Walker Bush menitahkan pasukannya mendongkel Saddam Hussein pada Maret silam. Untuk menangkap seorang Saddam Hussein, AS mengerahkan 600 pasukan dari Brigade Tempur Pertama dari Divisi Infanteri ke-4 dengan sandi Operasi Fajar Merah (Operation Red Dawn). Pasukan Odierno dilengkapi dengan insinyur kavaleri, artileri, helikopter, mobil bersenjata, dan pasukan operasi khusus Gugus Tugas 121. Pasukan yang terakhir ini sengaja dibentuk untuk mengemban tugas memburu target yang sangat khusus. Perintahnya: bunuh atau tangkap Saddam Hussein.

Odierno dan pasukannya berangkat pada Sabtu pagi ke dua lokasi di Ad Dawr, sebelah tenggara Tikrit, kota kelahiran Saddam Hussein. Ad Dawr terletak di sisi Sungai Tigris. Kedua lokasi itu diberi nama sandi Wolverine One dan Wolverine Two.

Meski sudah mendapat informasi yang jelas, pasukan AS sempat gagal menyergap Saddam di dua rumah peternakan itu. Mereka hanya menemukan kambing riuh mengembik dan Qais al-Nameq, pemilik dua rumah peternakan itu, yang pernah mengabdi selaku pelayan pribadi Saddam. Tapi pasukan AS tak segera pergi, karena curiga pada satu gubuk dari tanah lumpur kering yang terletak di antara dua rumah peternakan. Apalagi saat pasukan mengepung gubuk itu, dua orang bersenjata AK-47 berupaya kabur.

Di depan sebuah gubuk, di antara semak-semak pohon jeruk, pasukan menemukan lubang 1 x 0,5 meter persegi yang disamarkan dengan kotoran dan batu bata. Lubang itu terletak di dekat gubuk berdinding lumpur. Di lubang sempit sedalam 2,4 meter itulah pasukan AS menemukan Saddam yang bertahan dengan kipas angin dan lubang ventilasi dari pipa besi menyembul ke permukaan tanah. Pasukan juga menemukan dua senjata tempur AK-47 dan 18 gepok uang sebanyak US$ 750 ribu dalam pecahan US$ 100 dalam kotak metal, dan dokumen setebal 500 halaman. "Jika Anda melihat tempat ia kami temukan, dia…

Keywords: -
Rp. 15.000

Artikel Majalah Text Lainnya

W
Willem pergi, mengapa Sumitro?; Astra: Aset nasional
1992-08-08

Prof. sumitro djojohadikusumo menjadi chairman pt astra international inc untuk mempertahankan astra sebagai aset nasional.…

Y
YANG KINI DIPERTARUHKAN
1990-09-29

Kejaksaan agung masih terus memeriksa dicky iskandar di nata secara maraton. kerugian bank duta sebesar…

B
BAGAIMANA MEMPERCAYAI BANK
1990-09-29

Winarto seomarto sibuk membenahi manajemen bank duta. bulog kedatangan beras vietnam. kepercayaan dan pengawasan adalah…