"akibat Cukong Dan Aparat..."
Edisi: 18/28 / Tanggal : 1999-07-11 / Halaman : 47 / Rubrik : SEL / Penulis : Sepriyossa, Darmawan , ,
Bagi Dedi Aditya Sumanagara, 49 tahun, perkembangan mutakhir kawasan tambang emas Pongkor itu bisa diibaratkan dengan bayi macan yang kini telah meraksasa. Agak sulit dikendalikan, macan itu kini juga mulai mengganggu si empunya. Dedi kini adalah Direktur Utama PT Aneka Tambang, perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang mengantongi izin resmi pemerintah untuk penambangan emas di Pongkor. Adalah Dedi pula, lelaki kelahiran Sukabumi, yang bersama timnya menemukan cikal-bakal tambang emas Pongkor. Dampak sosial dan lingkungan yang terjadi juga mengusik pemikirannya. Kepada wartawan TEMPO Darmawan Sepriyossa, Dedi mengungkapkan keprihatinannya soal dampak sosial itu. Wawancara berlangsung di kantor PT Aneka Tambang, Bogor, akhir Juni lalu. Berikut ini kutipannya.
Bagaimana kondisi kehidupan…
Keywords: -
Artikel Majalah Text Lainnya
Zhirinovsky, Pemimpin dari Jalanan
1994-05-14Vladimir zhirinovsky, ketua partai liberal demokrat, mencita-citakan terwujudnya kekaisaran rusia yang dulu pernah mengusai negara-negara…
Janji-Janji dari Nigeria
1994-03-12Di indonesia mulai beredar surat-surat yang menawarkan kerja sama transfer uang miliaran rupiah dari nigeria.…
Negeri Asal Surat Tipuan
1994-03-12Republik federasi nigeria, negeri yang tak habis-habisnya diguncang kudeta militer sejak merdeka 1 oktober 1960.…
