Damai Hanya Ada Di Meja Makan

Edisi: 35/34 / Tanggal : 2005-10-30 / Halaman : 60 / Rubrik : LAPSUS / Penulis : Tim Edisi Khusus, ,


Sepintas lalu, pria itu terlihat masih hijau dalam berniaga. Usianya 25 tahun. Ia baru saja menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin. Tapi, di tangan lelaki muda itulah nasib usaha keluarganya bergantung. Sang ayah memintanya mengambil alih kendali perusahaan keluarga yang sudah babak-belur dihantam krisis.

Pria muda itu adalah Jusuf Kalla. Saat diminta sang ayah menjadi nakhoda bisnis keluarga pada tahun 1967, Jusuf mengaku sempat ketar-ketir. Maklumlah, kondisi perusahaan yang didirikan H. Kalla, ayah Jusuf, saat itu jauh dari mengkilap. Bisnis perdagangan barang kebutuhan pokok, hasil bumi, dan bahan bangunan sedang lesu. Utang perusahaan yang berdiri pada tahun 1952 itu juga menumpuk.

Waktu membuktikan Jusuf memang bertangan dingin. Bisnis keluarga Kalla tak sekadar bertahan, tapi bahkan membesar. Selama tiga dasawarsa dikepalai Jusuf, bisnis keluarga Kalla menggurita hingga memiliki puluhan anak perusahaan. Usaha-usaha itu menginduk ke dua payung besar: Hadji Kalla dan Bukaka.

Hadji Kalla merupakan cikal-bakal imperium bisnis keluarga Kalla. Saat diwariskan ke Jusuf, Hadji Kalla hanya bergerak dalam bisnis perdagangan hasil bumi dan transportasi. Jusuf kemudian menjajal bisnis otomotif. Pilihan Jusuf tak keliru karena bisnis penjualan mobil hingga kini menjadi sawah uang terbesar keluarga Kalla. Saat ini, omzet penjualan mobil kelompok Kalla tak kurang dari Rp 500 miliar per tahun.

Jalan kelompok Kalla ke bisnis otomotif dimulai sejak 1969. Saat itu, Hadji Kalla mengantongi hak penjualan mobil Toyota di wilayah timur Indonesia. Merek yang diageni oleh Kalla bertambah sejak dasawarsa 1980. Melalui perusahaan Makassar Raya Motor, Kalla menguasai hak penjualan mobil Daihatsu dan Nissan.

Bisnis mobil…

Keywords: -
Rp. 15.000

Artikel Majalah Text Lainnya

I
Ini Keringanan atau Deal yang Rasional?
1994-02-05

Setelah mou ditandatangani, penggubah lagu pop rinto harahap akan diakui kelihaiannya dalam bernegosiasi perkara utang-piutang.…

M
Modifikasi Sudah Tiga Kali
1994-02-05

Perundingan itu hanya antara bi dan pt star. george kapitan bahkan tidak memegang proposal rinto…

C
Cukup Sebulan buat Deposan
1994-02-05

Utang bank summa masih besar. tapi rinto harahap yakin itu bisa lunas dalam sebulan. dari…