Bisnis Harus Berbagi

Edisi: 35/34 / Tanggal : 2005-10-30 / Halaman : 78 / Rubrik : LAPSUS / Penulis : Tim Edisi Khusus, ,


FATWA itu tertanam sungguh di hati Halim Kalla, 48 tahun. ”Biar saya saja yang turun ke dunia politik. Yang lain ke dunia usaha saja,” demikian kata sang abang, Jusuf Kalla. Maka, pada 2002, Halim secara resmi keluar dari Partai Amanat Nasional (PAN). ”Saya bukan politisi, sehingga tak bisa mendalami politik praktis,” katanya.

Bagi Dewan Pengurus Daerah PAN Sulawesi Selatan, keberadaan Halim sangatlah sentral. Selain menjadi salah satu deklarator PAN di wilayah itu, Halim sempat menjabat ketua. Bersama sejumlah tokoh setempat, seperti guru besar IAIN Alauddin Makassar, Qasim Mathar, dan akademisi Universitas Hasanuddin, Moh. Asikin, ayah dua anak itu bergabung di PAN karena merasa cocok dengan Amien Rais sebagai tokoh reformasi.

Keluar dari PAN ternyata tak membuat Halim absen dari kegiatan politik. Apalagi, setahun kemudian Jusuf Kalla maju dalam pencalonan presiden lewat Konvensi Partai Golkar. Sebagai adik yang baik, Halim total mendukung Jusuf. Begitu pula ketika Jusuf mengundurkan diri dari konvensi, kemudian bergandengan dengan Susilo Bambang Yudhoyono, calon presiden dari Partai Demokrat.

Dalam kampanye pemilihan presiden secara langsung, tahun lalu, Halim menjadi ketua tim kampanye untuk Koordinator Wilayah 5 Sulawesi bagi pasangan SBY-JK. Di wilayah ini, suara untuk pasangan SBY-JK memang menjulang. ”Saya menikmati waktu jadi…

Keywords: -
Rp. 15.000

Artikel Majalah Text Lainnya

I
Ini Keringanan atau Deal yang Rasional?
1994-02-05

Setelah mou ditandatangani, penggubah lagu pop rinto harahap akan diakui kelihaiannya dalam bernegosiasi perkara utang-piutang.…

M
Modifikasi Sudah Tiga Kali
1994-02-05

Perundingan itu hanya antara bi dan pt star. george kapitan bahkan tidak memegang proposal rinto…

C
Cukup Sebulan buat Deposan
1994-02-05

Utang bank summa masih besar. tapi rinto harahap yakin itu bisa lunas dalam sebulan. dari…