Bank Century Dari Ketinggian Seribu Meter
Edisi: 31/38 / Tanggal : 2009-09-27 / Halaman : 98 / Rubrik : KL / Penulis : Adrian Panggabean , ,
BILA kita membuang perspektif politik dan dugaan korupsi dari kontroversi penyelamatan Bank Century, perspektif yang tersisa tinggal dua: masalah substansi kebijakan dan aspek governance.
Berbekal dua perspektif itu, dan melihatnya dari ketinggian seribu meter, proses bailout terlihat mengenyakkan. Episode itu adalah cerita tentang inkompetensi kebijakan yang mencoba lolos dari tanggung jawab dengan mengkambinghitamkan krisis ekonomi. Mari kita coba lihat dengan jernih runutan proses kebijakan itu pada tiga titik, dengan menggunakan informasi publik yang dilansir media.
Titik pertama: periode sebelum gagalnya Bank Century
Ada pertanyaan sederhana: apakah masalah Bank Century muncul mendadak atau sudah ada trajektori di belakangnya?
Media memperlihatkan bahwa problem di bank itu sudah terjadi jauh sebelum November 2008. Sinyal masalah bukan muncul pada saat kalah kliring, melainkan sejak 2005, saat bank itu membeli obligasi berisiko tinggi. Munculnya kasus dana nasabah Century oleh Antaboga Sekuritas sekali lagi menunjukkan bank itu kembali melakukan pelanggaran. Bagaimana mungkin sebuah bank secara unilateral mengkonversi deposito nasabahnya menjadi berbentuk lain? Mengapa Bank Indonesia dan Badan Pengawas Pasar Modal tidak bertindak tegas?
Kemungkinannya cuma dua. Pertama, boleh jadi Bapepam dan Bank Indonesia tidak mencium gelagat buruk di bank itu. Bila itu yang terjadi, gagalnya Century terkait dengan inkompetensi otoritas keuangan. Sebaliknya, bila mereka tahu tapi tidak bertindak, kasusnya terkait dengan governance. Dilihat dari sudut mana pun, jawabannya terang-benderang. Bank Century memiliki trajektori masalah yang panjang. Kesimpulan pada titik ini: kemelut Century dapat dihindarkan (avoidable).
Titik kedua: November 2008
Pertanyaannya cuma satu: apakah kegagalan Century sistemik? Otoritas keuangan menjawab ya. Banyak masyarakat terpelajar mengatakan sebaliknya. Menurut saya juga tidak. Di sini keputusan otoritas keuangan mendadak kontroversial. Saya punya tiga catatan.
Pertama, silakan buka koran pada kuartal keempat 2008, saat masalah Century meledak. Media banyak mengutip otoritas ekonomi dan keuangan bahwa perbankan Indonesia kuat dan likuiditasnya aman dan normal. Mereka juga begitu optimistisnya dengan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia 2009, yang…
Keywords: -
Artikel Majalah Text Lainnya
OPEC, Produksi dan Harga Minyak
1994-05-14Pertemuan anggota opec telah berakhir. keputusannya: memberlakukan kembali kuota produksi sebesar 24,53 juta barel per…
Kekerasan Polisi
1994-05-14Beberapa tindak kekerasan yang dilakukan anggota polisi perlu dicermati. terutama mengenai pembinaan sumber daya manusia…
Bicaralah tentang Kebenaran
1994-04-16Kasus restitusi pajak di surabaya bermula dari rasa curiga jaksa tentang suap menyuap antara hakim…
