Belum Cukup Umur Buat Kereta Cepat
Edisi: 29/44 / Tanggal : 2015-09-20 / Halaman : 88 / Rubrik : EB / Penulis : Khairul Anam, Ali Akhmad Noor Hidayat, Tri Artining Putri
Pertemuan di ruang kerja Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution itu sudah panas sejak awal. Dalam agenda, hari itu tim dari Boston Consulting Group (BCG) akan memaparkan kajian mereka setelah sepekan bekerja. Perusahaan ini ditunjuk pemerintah sebagai penilai atas proposal kereta berkecepatan tinggi (high speed train/ HST) rute Jakarta-Bandung, yang disampaikan Cina dan Jepang. Tapi para menteri yang ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk menangani rencana proyek ini datang ke kantor Darmin sudah dalam posisi masing-masing.
Mereka antara lain Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil. Pejabat yang turut hadir di sana bercerita, sejak mula Rizal dan Jonan menunjukkan sikap berseberangan dengan Rini, yang mereka anggap terlalu memihak proposal Cina.
"Di awal memang ada perdebatan. Tapi akhirnya kami satu suara," kata Darmin Nasution ketika ditemui di kantornya, Rabu pekan lalu.
Setelah BCG menyampaikan hasil kerjanya, Rini mengatakan bahwa proposal Cina lebih unggul dibanding Jepang. Tawaran Cina diklaim tak memerlukan duit dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Model bisnisnya pun disebut lebih bagus ketimbang pesaingnya. "Jepang tak menawarkan skema bisnis lain di luar kereta cepat. Tidak seperti Cina," sang pejabat yang ikut rapat menirukan ucapan Rini. Dalam proposalnya, Tiongkok menyodorkan pula rancangan pengembangan bisnis properti dan kawasan kota mandiri di sekitar stasiun kereta, yang berjumlah delapan.
Dengan nada bercanda, Jonan menimpali Rini. "Bu Rini jangan berpihak, dong," katanya, seperti ditirukan pejabat tadi. Rini menampik anggapan Jonan dan Rizal. Dia berkukuh hanya menyampaikan isi proposal Cina. "Menteri-menteri hanya memikirkan mana yang pas. Tapi saya tidak tahu hatinya orang," ujar Jonan sewaktu dijumpai di kantornya, Kamis pekan lalu. Soal posisinya yang berseberangan dengan Rini dan detail isi pertemuan, Jonan tak mau membeberkan.
Sinyal pemihakan Rini pada Cina sebenarnya tak hanya muncul di rapat tertutup itu. Sebagai wakil…
Keywords: -
Artikel Majalah Text Lainnya
SIDANG EDDY TANSIL: PENGAKUAN PARA SAKSI ; Peran Pengadilan
1994-05-14Eddy tansil pembobol rp 1,7 triliun uang bapindo diadili di pengadilan jakarta pusat. materi pra-peradilan,…
Seumur Hidup buat Eddy Tansil?
1994-05-14Eddy tansil, tersangka utama korupsi di bapindo, diadili di pengadilan negeri pusat. ia bakal dituntut…
Sumarlin, Imposibilitas
1994-05-14Sumarlin, ketua bpk, bakal tak dihadirkan dalam persidangan eddy tansil. tapi, ia diminta menjadi saksi…
