Jerat-jerat Plastik
Edisi: 33/13 / Tanggal : 1983-10-15 / Halaman : 63 / Rubrik : KRI / Penulis :
MEMBUNUH dengan jerat belakangan ini kian merepotkan polisi. Sebab, sudah terbukti, korbannya bukan cuma penjahat kambuhan, padahal caranya masih tetap sama: korban dijemput dari rumah, malam hari, lalu ditemukan jadi mayat dengan leher dan tangan terjerat tali plastik. Seperti yang ditemukan polisi Tasikmalaya, Jawa Barat, dalam dua pembunuhan yang telah terungkap, pelakunya adalah hansip atau peronda malam desa. Di antaranya ada pula yang melibatkan petugas koramil. Korbannya kali ini: tukang teluh dan rentenir.
"Rapi dan terencana," kata Letnan E. Mutakin, komandan reserse kepolisian Tasikmalaya. Jeratan tali itu sengaja dipakai untuk mengaburkan jejak, "agar polisi terkecoh dan peristiwa jadi misterius," ujar perwira polisi yang sudah bertugas lebih dari 20 tahun itu.
Cuma, rupanya, penjemput calon korban bukan orang misterius. Nyonya Empad, 28 tahun, penduduk Desa Taraju, misalnya, cukup…
Keywords: -
Artikel Majalah Text Lainnya
Genta Kematian di Siraituruk
1994-05-14Bentrokan antara kelompok hkbp pimpinan s.a.e. nabanan dan p.w.t. simanjuntak berlanjut di porsea. seorang polisi…
Si Pendiam Itu Tewas di Hutan
1994-05-14Kedua kuping dan mata polisi kehutanan itu dihilangkan. kulit kepalanya dikupas. berkaitan dengan pencurian kayu…
KEBRUTALAN DI TENGAH KITA ; Mengapa Amuk Ramai-Ramai
1994-04-16Kebrutalan massa makin meningkat erat kaitannya dengan masalah sosial dewasa ini. diskusi apa penyebab dan…
