Kembali Ke Sepeda

Edisi: 15/11 / Tanggal : 1981-06-13 / Halaman : 42 / Rubrik : SEL / Penulis :


DI dekat candi Prambanan, di pertengahan jalan antarkota Yogya-Klaten, sebuah kecelakaan terjadi. Seorang pengendara sepeda, Parto dilanggar mobil. Setelah cuma beberapa saat, Parto meninggal sebelum sampai di rumah sakit. Analisa polisi menunjukkan Parto terjatuh ke tengah jalan sebelum ia dilanggar mobil. Ia rupanya pingsan ketika sedang menunggang sepeda, dan sepedanya kemudian oleng. Tak jelas, apakah dia pingsan karena sakit atau mengantuk.

Yang pasti Parto lelah. Ia salah seorang -- dari sekian puluh --pedagang bihun (semacam makanan) yang membawa dagangannya dengan sepeda dari Klaten ke Yogya. Jarak itu kurang lebih 40 kilometer. Konvoi pedagang bersepeda ini berangkat rata-rata pukul 20.00 malam dari Klaten. Sekitar pukul 2.00 pagi mereka sampai di Yogya, mendrop dagangannya, kemudian balik lagi ke Klaten. Malam hari, jalan raya antara Yogya-Klaten senantiasa ramai dengan konvoi sepeda. Mereka pedagang-pedagang itulah, bukan anggota "bersepeda santai".

Tak syak, di kota-kota di Jawa Tengah sepeda masih merupakan kendaraan vital. Tidak hanya di dalam kota, bahkan juga kendaraan antar kota. Kalau saja di sepeda terdapat alat pengukur jumlah jarak, sebuah sepeda di Jawa Tengah bisa menunjukkan angka ratusan ribu kilometer.

Tapi di kota-kota besar, ada kenyataan lain. Sudah sejak lama, sepeda bukan cuma kendaraan tidak-vital, malah hilang sama sekali. Di Jakarta umpamanya, di jalan-jalan besar orang seringkali ragu, apakah sepeda boleh lewat. Kendati tak ada tanda larangan tak satu pun sepeda nampak. Tapi kalaupun ada jalan-jalan yang tak boleh dilalui sepeda, polisi pun tak merasa perlu memasang tanda. Sebab sepedanya memang sudah tak ada. Jadi, terasa sama anehnya seperti, umpamanya, di sebuah jalan tiba-tiba nampak ada larangan bagi pengendara kuda atau gajah .

Dari jalan-jalan raya, sepeda lalu terdesak ke pekarangan-pekarangan rumah. Ukurannya pun berubah menjadi kecil-kecil. Sepeda dalam bentuk itu dikenal sebagai mainan anak-anak.

Lalu ramailah anak-anak bersepeda. Hadiah ulang tahun yang paling diimpi-impikan -- bagi yang berduit tentunya -- adalah sepeda. Yang kecil mengharapkan sepeda roda tiga, yang besaran mendapat…

Keywords: -
Rp. 15.000

Artikel Majalah Text Lainnya

Z
Zhirinovsky, Pemimpin dari Jalanan
1994-05-14

Vladimir zhirinovsky, ketua partai liberal demokrat, mencita-citakan terwujudnya kekaisaran rusia yang dulu pernah mengusai negara-negara…

J
Janji-Janji dari Nigeria
1994-03-12

Di indonesia mulai beredar surat-surat yang menawarkan kerja sama transfer uang miliaran rupiah dari nigeria.…

N
Negeri Asal Surat Tipuan
1994-03-12

Republik federasi nigeria, negeri yang tak habis-habisnya diguncang kudeta militer sejak merdeka 1 oktober 1960.…