Plastik-plastik Terlarang

Edisi: 41/11 / Tanggal : 1981-12-12 / Halaman : 12 / Rubrik : NAS / Penulis :


SELESAI menjelaskan hasil sidang Kabinet Bidang Ekuin di Bina Graha Rabu lalu, Menteri Sekretaris Negara Sudharmono tidak segera meninggalkan tempat duduknya. "Ada lagi. Ini penting," katanya sambil meraba saku bajunya. "Pernah melihat begini ini belum?" unyanya sambil mengacungkan kemasan plastik berisi cairan putih jernih.

Para wartawan yang ditanya tidak menjawab. "Lha kalau belum melihat, berarti wartawan baik-baik," kata Sudharmono sembari tertawa lebar. Isi kemasan plastik bergambar botol dan bertulisan Mansion House itu ternyata minuman keras wodka. Hari itu kemasan plastik tersebut memperoleh kehormatan dibicarakan dalam sidang Kabinet.

Menurut Sudharmono, Presiden menerima laporan dari daerah tentang beredarnya minuman keras dalam kemasan plastik yang dijual di warung-warung dan tukang rokok. "Menerima laporan itu Presiden segera memerintahkan pada Pangkopkamtib, menanyakan apa persisnya dan mengapa minuman keras itu kok…

Keywords: -
Rp. 15.000

Artikel Majalah Text Lainnya

S
Setelah Islam, Kini Kebangsaan
1994-05-14

Icmi dikecam, maka muncul ikatan cendekiawan kebangsaan indonesia alias icki. pemrakarsanya adalah alamsjah ratuperwiranegara, yang…

K
Kalau Bukan Amosi, Siapa?
1994-05-14

Setelah amosi ditangkap, sejumlah tokoh lsm di medan lari ke jakarta. kepada tempo, mereka mengaku…

O
Orang Sipil di Dapur ABRI
1994-05-14

Sejumlah pengamat seperti sjahrir dan amir santoso duduk dalam dewan sospol abri. apa tugas mereka?