"cabut Ekornya, Cat Bulunya ..."

Edisi: 04/07 / Tanggal : 1977-03-26 / Halaman : 27 / Rubrik : LIN / Penulis :


DUBES Jepang di Jakarta, Hidemichi Kira, terpaksa minta maaf.
Penyebab: burung cenderawasih.

; Ceritanya begini. 21 Desember yang lalu, direktur Taman
Margasatwa Jepang melayangkan sepucuk surat pada rekan
sejawatnya di Ragunan, Jakarta. Isinya mengandung anjuran agar
direktur Ragunan menyelundupkan sepasang burung cenderawasih
dari Indonesia ke Jepang.

; Mengingat burung kecil berekor panjang dan indah itu dilindungi
oleh undang-undang, orang Jepang itu mengusulkan supaya di
dokumen ekspornya jangan ditulis "cenderawasih" melainkan
"magpie" (nama sejenis burung yang tidak terlarang). Juga dia
mengusulkan agar ekor burung-burung cenderawasih itu dicabut dan
bulu-bulunya dicat dengan cat air agar samarannya lebih sip.
Pokoknya, Jepang ingin mendapatkan "burung firdaus" itu "dengan
apapun juga".

; Direktur Ragunan, Galstaun, tidak membalas surat itu. Namun
seorang kurator taman margasatwa itu,…

Keywords: -
Rp. 15.000

Artikel Majalah Text Lainnya

I
Indorayon Ditangani oleh Labat Anderson
1994-05-14

Berkali-kali lolos dari tuntutan lsm dan protes massa, inti indorayon kini terjerat perintah audit lingkungan…

B
Bah di Silaut dan Tanahjawa
1994-05-14

Dua sungai meluap karena timbunan ranting dan gelondongan kayu. pejabat menuding penduduk dan penduduk menyalahkan…

D
Daftar Dosa Tahun 1993
1994-04-16

Skephi membuat daftar hutan dan lingkungan hidup yang mengalami pencemaran berat di indonesia. mulai dari…