Dapatkan Sahara Dihijaukan?; Dapatkah Sahara Dihijaukan?
Edisi: 15/07 / Tanggal : 1977-06-11 / Halaman : 53 / Rubrik : LIN / Penulis :
KANKER ketandusan di banyak tempat di muka bumi, menjadi titik berat Hari Lingkungan Sedunia, 5 Juni tahun ini. Jutaan hektar tanah pertanian yang terampas dari umat manusia tiap tahun menjadi puncak kegelisahan United Nations Environment Programme (UNEP) yang akan berkonperensi tentang masalah itu di Nairobi Agustus-September nanti.
Bukan kebetulan Nairobi, ibukota Kenya di benua Afrika yang dipilih sebagai tuan rumah. Juga penunjukan sekretaris konperensi PBB tentang perluasan padang pasir (desertification), Dr Mostafa K. Tolba. Ahli mikro-biologi ini bukan orang sembarangan dalam urusan padang pasir. Bekas anggota kabinet Mesir itu dengan hati risau sudah lama mengikuti pasang-surutnya gurun pasir Sahara, gurun pasir terluas di dunia. Bertepatan dengan Hari Lingkungan Sedunia, pengamatan Dr Tolba itu diterbitkan oleh Earthscan, lembaga swasta berkedudukan di London yang erat bekerjasama dengan UNEP.
Gurun pasir Sahara, yang ibarat tali pinggang benua Afrika memisahkan Afrika Utara yang berkultur Arab dengan Afrika Hitam yang berkultur Negro, memang fantastis. Lebih fantastis lagi, karena gurun itu dikelilingi jalur pasir selebar 100 Km di Utara dan 800 Km di Selatan. Khususnya di Selatan terentang negeri-negeri Sahel yang secara rutin menjadi sasaran belas-kasihan negara…
Keywords: Kemarau, Tandus, Hari Lingkungan Sedunia, Nairobi, UNEP, Dr Mostafa K. Tolba, Volta Hulu, 
Artikel Majalah Text Lainnya
Indorayon Ditangani oleh Labat Anderson
1994-05-14Berkali-kali lolos dari tuntutan lsm dan protes massa, inti indorayon kini terjerat perintah audit lingkungan…
Bah di Silaut dan Tanahjawa
1994-05-14Dua sungai meluap karena timbunan ranting dan gelondongan kayu. pejabat menuding penduduk dan penduduk menyalahkan…
Daftar Dosa Tahun 1993
1994-04-16Skephi membuat daftar hutan dan lingkungan hidup yang mengalami pencemaran berat di indonesia. mulai dari…
