Pontjo Sutowo: Enak Saja Saya Disebut Penjahat
Edisi: 51/34 / Tanggal : 2006-02-19 / Halaman : 94 / Rubrik : HK / Penulis : Baskoro, L.R. , Hasugian, Maria ,
HIDUP memang penuh kejutan dan sering tak bisa diduga. Demikianlah yang agaknya tengah dialami Pontjo Sutowo. Pengusaha perhotelan ini tak menyangka kedatangannya ke Kejaksaan Agung untuk pertama kalinya, pada 29 Desember 2005, berakhir dengan penetapan dirinya sebagai tersangka korupsi. Ia dituding menilep aset Sekretariat Negara senilai Rp 1,9 triliun. Pontjo menolak tuduhan itu. âAda semacam character assassination terhadap keluarga saya,â katanya.
Kamis pekan lalu, wartawan Tempo L.R. Baskoro dan Maria Hasugian serta fotografer Arif Fadillah mewawancarai Pontjo di kantornya, di sebuah ruangan di kompleks Hotel Hilton. Berikut petikan wawancara itu.
Bagaimana cerita asalmuasal keluarnya hak guna bangunan (HGB) Hilton yang Anda miliki itu?
Kami beroperasi di sini sejak 1971 atas permintaan negara. Gubernur DKI waktu itu, Pak Ali Sadikin, merasa kehadiran industri perhotelan akan membantu. Ayah saya diminta merintisnya. Seingat saya, ayah menghubungi beberapa perusahaan internasional dan ayah usulkan Hilton. Lalu dicari tempat, dan waktu itu sempat diusulkan di Jalan Thamrin.
Tapi tempat yang tersedia akhirnya di sini. Tempat ini, dulu, proyek terbengkalai, lokasinya bernama Lembah Ciragil. Berdasarkan SK gubernur, semua permohonan sejak awal atas nama PT Indobuildco. Setelah berkembang, saya tahu kemudian dari temanteman di Sekretariat Negara, untuk…
Keywords: -
Artikel Majalah Text Lainnya
Vonis Menurut Kesaksian Pembantu
1994-05-14Tiga terdakwa pembunuh marsinah dijatuhi hukuman 12 tahun penjara. pembela mempersoalkan tak dipakainya kesaksian yang…
Hitam-Hitam untuk Marsinah
1994-05-14Buruh di pt cps berpakaian hitam-hitam untuk mengenang tepat satu tahun rekan mereka, marsinah, tewas.…
Peringatan dari Magelang
1994-05-14Seorang pembunuh berencana dibebaskan hakim karena bap tidak sah. ketika disidik, terdakwa tidak didampingi penasihat…
