Diplomasi Untuk Pemanasan Perang
Edisi: 02/32 / Tanggal : 2003-03-16 / Halaman : 136 / Rubrik : LN / Penulis : Bektiati, Bina , ,
BERTAHUN-TAHUN kepala negara Angola melambaikan bendera merah kepada rekannya dari negara-negara kaya. Negara di selatan Benua Afrika yang punya 13 juta penduduk itu sudah lama menderita. Dengan pendapatan per kapita US$ 550âlebih rendah dari Indonesia, yang US$ 688ârakyat Angola hidup merana karena selama 23 tahun tercabik perang saudara. Tapi, tak setitik pun perhatian datang ke sana.
Mendadak, dalam dua pekan belakangan ini Presiden Angola Jose Eduardo dos Santos kebanjiran telepon dari mereka yang selama ini ia mintai pertolongan. Ada Presiden Amerika Serikat George W. Bush, Wakil Presiden AS Dick Cheney, Perdana Menteri Inggris Tony Blair, ataupun Presiden Prancis Jacques Chirac. Mereka tiba-tiba menjadi teman yang penuh perhatian dan menawarkan berbagai bantuan kemanusiaan. âPadahal selama bertahun-tahun kami sangat kesulitan menarik perhatian negara-negara maju agar membantu kami,â kata Dos Santos.
Ada apa? Penyebabnya karena posisi…
Keywords: -
Artikel Majalah Text Lainnya
Serangan dari Dalam Buat Arafat
1994-05-14Tugas berat yasser arafat, yang akan masuk daerah pendudukan beberapa hari ini, adalah meredam para…
Cinta Damai Onnalah-Ahuva
1994-05-14Onallah, warga palestina, sepakat menikah dengan wanita yahudi onallah. peristiwa itu diprotes yahudi ortodoks yang…
Mandela dan Timnya
1994-05-14Presiden afrika selatan, mandela, sudah membentuk kabinetnya. dari 27 menteri, 16 orang dari partainya, anc.…
