Seribu Taktik Menjebak 'mongol'
Edisi: 06/32 / Tanggal : 2003-04-13 / Halaman : 130 / Rubrik : LAPUT / Penulis : Suyono, Seno Joko , Silalahi, Levi, El-Qudsy, Zuhaid
PERGILAH agak ke barat. Tanyakan kepada penduduk tempat para sukarelawan dilatih. Jangan lupa, katakan kamu adalah kawan dari Indonesia." Empat hari sebelum pasukan koalisi mema- suki wilayah "siaga merah", wartawan TEMPO Zuhaid el-Qudsy menumpang mobil sayuran dari pasar Bagdad menuju Khalis, suatu daerah pertanian subur, sekitar 65 kilometer di sebelah tenggara ibu kota. Kawasan itu disebut-sebut sebagai basis pelatihan sukarelawan bunuh diri. Satu jam meluncur dari Bagdad, Numan, sang sopir, menghentikan "gerobak"-nya, lalu memberikan nasihat di atas kepada wartawan mingguan ini.
Khalis. Dari kejauhan, terlihat tenda-tenda kosong bekas latihan militer. "Semua bom telah disediakan. Juga bahan kimia yang akan dilulurkan ke tubuh," tutur Ahmed Ramdany, 25 tahun, kepada TEMPO. Sosok pemuda itu kurus dan tinggiâsama sekali tidak tampak seperti calon pembunuh. Bekas mahasiswa Universitas Bagdad itu berkata, "Saya siap mati syahid." Hari-hari ini Ramdany dan kawan-kawannya bisa jadi sudah tersebar di sudut-sudut Bagdad.
Teriakan mati syahid juga membahana ketika Saddam Hussein tiba-tiba muncul di salah satu sudut Bagdad pada hari Jumat pekan silam. Gambar yang disiarkan televisi Al-Jazeera itu antara lain memperlihatkan Saddam naik ke atas bangku. Lalu, di bawah naungan pohon, dia menerima elu-eluan rakyatnya. Mereka mengecup tangannya, mengacung-acungkan senjata ke langit, menguarkan dukungan dengan berapi-api, "Kami siap mengorbankan darah dan jiwa bagimu, ya, Saddam."
Demam syuhada ini menular sampai ke negara-negara tetangga. Para calon pelaku mati syahid itu mengalir dari Arab Saudi, Maroko, Aljazair, Sudan, Suriah, dan Palestina. Mereka masuk satu per satu dan berkumpul di Khalis. Di Irak sudah tersedia formulir untuk "bersedia mati" bagi mujahidin asing ini. Setelah diisi, formulir itu akan dikirimkan ke keluarga masing-masing sebagai piagam penghargaan tertinggi dari pemerintah Irak. Kurang-lebih 6.000 orang mendaftarkan diri sebagai martir. Televisi Irak tak henti-hentinya menayangkan berita tentang para calon martir ini. Menurut Ramdany, mereka nantinya dilepas, terserah menyamar jadi apa, dan boleh memilih model penyerangan apa saja.
Setelah Bandar Udara Internasional Saddam Hussein jatuh pekan lalu, pemerintah Irak berjanji akan melakukan pembalasan yang cantik. "Kami memiliki banyak taktik unik dan kreatif. Ini akan…
Keywords: -
Artikel Majalah Text Lainnya
Willem pergi, mengapa Sumitro?; Astra: Aset nasional
1992-08-08Prof. sumitro djojohadikusumo menjadi chairman pt astra international inc untuk mempertahankan astra sebagai aset nasional.…
YANG KINI DIPERTARUHKAN
1990-09-29Kejaksaan agung masih terus memeriksa dicky iskandar di nata secara maraton. kerugian bank duta sebesar…
BAGAIMANA MEMPERCAYAI BANK
1990-09-29Winarto seomarto sibuk membenahi manajemen bank duta. bulog kedatangan beras vietnam. kepercayaan dan pengawasan adalah…
