Kemilau Negeri 1.001 Malam

Edisi: 06/32 / Tanggal : 2003-04-13 / Halaman : 145 / Rubrik : LAPUT / Penulis : Setiawan, Iwan, ,


SUATU hari di pertengahan tahun 1998, di kantor ChevronTexaco, Houston, Amerika Serikat. Kenneth Derr, CEO Chevron, berdiskusi dengan Condoleezza Rice. Ketika itu, Rice—kini penasihat keamanan nasional AS—masih bekerja sebagai direktur di perusahaan minyak Amerika tersebut. Mereka membahas nasib industri minyak negaranya yang terus dirongrong pasokan dari negara lain selama 20 tahun terakhir. Agar menang dalam persaingan yang makin sengit, Derr merasa perlu mencari pemasok baru.

Dan Irak adalah negara yang diliriknya. "Irak memiliki cadangan minyak dan gas yang sangat besar. Saya akan sangat berbahagia bila Chevron punya akses ke sana," katanya kepada Rice.

Minyak Irak memang menggiurkan. Cadangan minyak negeri Saddam Hussein ini adalah yang terbesar kedua—setelah Arab Saudi. Jumlahnya mencapai 112 miliar barel, belum termasuk 100 miliar lainnya yang belum dieksplorasi. Sejak tahun lalu,…

Keywords: -
Rp. 15.000

Artikel Majalah Text Lainnya

W
Willem pergi, mengapa Sumitro?; Astra: Aset nasional
1992-08-08

Prof. sumitro djojohadikusumo menjadi chairman pt astra international inc untuk mempertahankan astra sebagai aset nasional.…

Y
YANG KINI DIPERTARUHKAN
1990-09-29

Kejaksaan agung masih terus memeriksa dicky iskandar di nata secara maraton. kerugian bank duta sebesar…

B
BAGAIMANA MEMPERCAYAI BANK
1990-09-29

Winarto seomarto sibuk membenahi manajemen bank duta. bulog kedatangan beras vietnam. kepercayaan dan pengawasan adalah…