Misi: Memburu Misteri

Edisi: 07/32 / Tanggal : 2003-04-20 / Halaman : 134 / Rubrik : LAPUT / Penulis : Bektiati, Bina , ,


DI padang golf, suatu saat Presiden Amerika Serikat George W. Bush mengumpamakan Saddam Hussein sebagai lubang berbendera di lapangan hijau, sementara Usamah bin Ladin seperti bola di semak-semak. Pesannya jelas: Saddam adalah target yang mudah dibidik.

Di atas kertas, semuanya memang mudah. Dalam kenyataannya, sejauh ini pasukan Amerika dan sekutunya belum juga menemukan Saddam—atau jasadnya jika ia tewas. Mungkin diktator licin yang dijuluki ”Penjagal dari Bagdad” itu menemui ajalnya dan terkubur reruntuhan di salah satu pengeboman oleh pasukan Amerika dan sekutunya. Tapi tak ada yang yakin.

Jika Saddam bisa dipercaya, kata-katanya kepada sebuah media massa Amerika sebelum invasi berlangsung, bahwa ia memilih mati di Irak, bisa memberi isyarat tentang keberadaannya. Itu jika ia masih hidup. Pekerjaan tentara Amerika dan sekutunyalah untuk memastikan di mana persisnya. Mereka mesti memburu Saddam, juga para loyalisnya.

Ada alasan mengapa hasil perburuan itu penting. Dengan menemukan Saddam, bagaimanapun keadaannya, kemenangan Amerika baru lengkap. Pengalaman dengan Afganistan adalah pelajaran berharga. Sukses menyerbu…

Keywords: -
Rp. 15.000

Artikel Majalah Text Lainnya

W
Willem pergi, mengapa Sumitro?; Astra: Aset nasional
1992-08-08

Prof. sumitro djojohadikusumo menjadi chairman pt astra international inc untuk mempertahankan astra sebagai aset nasional.…

Y
YANG KINI DIPERTARUHKAN
1990-09-29

Kejaksaan agung masih terus memeriksa dicky iskandar di nata secara maraton. kerugian bank duta sebesar…

B
BAGAIMANA MEMPERCAYAI BANK
1990-09-29

Winarto seomarto sibuk membenahi manajemen bank duta. bulog kedatangan beras vietnam. kepercayaan dan pengawasan adalah…