Beribu Nyawa Untuk Satu Ambisi

Edisi: 07/32 / Tanggal : 2003-04-20 / Halaman : 141 / Rubrik : LAPUT / Penulis : Budiman, Irfan, el-Qudsy, Zuhaid, Fibri, Rommy


LORONG-lorong di Rumah Sakit Al-Kindi dibanjiri darah dan air mata. Raungan tangis memenuhi ruangan itu, berdesakan dengan bau amis dan aroma obat-obatan yang menyengat hidung. Sekonyong-konyong, terdengar jeritan keras dari sebuah kamar di ujung lorong. Seorang ibu meraung-raung sambil memeluk anaknya yang ditutupi selembar kain. "Semoga Allah mengazab tentara-tentara Amerika," ia menjerit dengan suara yang menyayat.

Siang itu kedukaan tengah mencengkeram Aminah. Dia kehilangan anak satu-satunya, Ali Nasr Abid, 9 tahun, yang tewas akibat bom yang ditembakkan pasukan Amerika ke permukiman penduduk yang berada di pinggiran Bagdad. Orang-orang di sekelilingnya, meski merasakan kepedihan yang sama, berusaha menenangkannya. "Sudahlah, dia sudah dipanggil sang Kuasa. Kita relakan kepergiannya. Mudah-mudahan mendapatkan anugerah di sisi-Nya," ujar suaminya, pasrah.

Pemandangan di Rumah Sakit Al-Kindi, yang terletak di Kadzamiyah—pinggiran Kota Bagdad—memang mengenaskan. Sejak perang meletus, rumah sakit ini disesaki ratusan korban. Namun, kondisi Al-Kindi memang compang-camping. Akibat dihajar rudal pasukan koalisi, bagian samping bangunan yang biasanya dijadikan tempat untuk melakukan operasi darurat itu hancur. Demikian pula situasi alat-alat operasi. Namun, apa pun yang terjadi, pelayanan tetap harus diberikan. "Yang penting kami masih bisa melakukan operasi, meski di ruangan terbuka," kata Murtadha Hasan, seorang dokter.

Alhasil, karena pasien membeludak, pihak rumah sakit menyarankan agar pasien pindah ke rumah sakit lain. Menurut Wakil Manajer RS Al-Kindi, Dokter Asma Saleh, korban berbondong-bondong mendatangi rumah sakit itu karena Al-Kindi memang termasuk…

Keywords: -
Rp. 15.000

Artikel Majalah Text Lainnya

W
Willem pergi, mengapa Sumitro?; Astra: Aset nasional
1992-08-08

Prof. sumitro djojohadikusumo menjadi chairman pt astra international inc untuk mempertahankan astra sebagai aset nasional.…

Y
YANG KINI DIPERTARUHKAN
1990-09-29

Kejaksaan agung masih terus memeriksa dicky iskandar di nata secara maraton. kerugian bank duta sebesar…

B
BAGAIMANA MEMPERCAYAI BANK
1990-09-29

Winarto seomarto sibuk membenahi manajemen bank duta. bulog kedatangan beras vietnam. kepercayaan dan pengawasan adalah…