Resesi

Edisi: 06/47 / Tanggal : 2018-04-08 / Halaman : 98 / Rubrik : CTP / Penulis : Goenawan Mohamad, ,


Demokrasi adalah surat cinta yang hambar. Di huruf awal, ketika ungkapan itu ditulis, gelora masih deras. Ada proyeksi ke sebuah hubungan yang akrab, dengan percakapan yang hangat. Tapi kemudian, berangsur-angsur, waktu membuat aus-juga pada surat, kata, dan sikap.

Itu juga cerita demokrasi. Ketika di tahun 1998 Reformasi menggantikan kekuasaan otoriter Soeharto, yang bergemuruh adalah semangat perubahan: kehidupan ekonomi tak boleh lagi dimonopoli keluarga presiden, kritik tak diberangus, militer tak mengendalikan kehidupan sipil, orang tak boleh ditahan sebagai tersangka selama-lamanya, partai tak dihambat berdiri, kekuasaan tak ditumpuk di pusat, pemimpin, sejak presiden sampai dengan bupati, dipilih dengan masa jabatan yang terbatas. Di tahun 2018 ini hal-hal itu masih berlaku. Tapi Reformasi jadi majal.

Ketika rezim "Orde Baru" runtuh, orang menyangka kekuasaan akan digantikan lembaga politik yang menghormati pilihan privat dalam agama dan…

Keywords: -
Rp. 15.000

Artikel Majalah Text Lainnya

X
Xu
1994-05-14

Cerita rakyat cina termasyhur tentang kisah percintaan xu xian dengan seorang gadis cantik. nano riantiarno…

Z
Zlata
1994-04-16

Catatan harian gadis kecil dari sarajevo, zlata. ia menyaksikan kekejaman perang. tak jelas lagi, mana…

Z
Zhirinovsky
1994-02-05

Vladimir zhirinovsky, 47, banyak mendapat dukungan rakyat rusia. ia ingin menyelamatkan ras putih, memerangi islam,…