Adu Kongsi Hakim Konstitusi

Edisi: 07/47 / Tanggal : 2018-04-15 / Halaman : 42 / Rubrik : NAS / Penulis : Rusman Paraqbueq, Imam Hamdi, Yusuf Manurung


INNALILLAHI" diucapkan Anwar Usman saat menyampaikan pidato perdananya sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi, Senin pekan lalu. Di hadapan tetamu, seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, serta Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan, yang menghadiri penabalannya, Anwar mengatakan jabatan itu merupakan cobaan sekaligus amanah.

"Kekuasaan atau jabatan apa pun di dunia ini akan kembali kepada Allah," ujarnya. Kepada Tempo yang menemuinya pada Jumat pekan lalu, Anwar menjelaskan, "innalillahi" dalam pidatonya bukan berarti menghadapi musibah, melainkan persiapan menghadapi ujian sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi.

Anwar terpilih menggantikan Arief Hidayat dan akan memimpin Mahkamah hingga 2020. Lima dari sembilan hakim konstitusi memilih dia, sementara sisanya mendukung Suhartoyo. Menurut Anwar, ia tidak tahu bakal menjadi ketua. Dia pun tak mengetahui identitas hakim yang memilihnya. "Sifatnya rahasia," kata doktor lulusan Universitas Gadjah Mada ini.

Nyatanya, lima hari sebelum pemilihan ketua digelar, hasil pemilihan sudah bisa ditebak. Seseorang yang mengetahui seluk-beluk pemilihan tersebut mengatakan lima hakim konstitusi bertemu di suatu ruangan di gedung Mahkamah Konstitusi untuk membahas…

Keywords: -
Rp. 15.000

Artikel Majalah Text Lainnya

S
Setelah Islam, Kini Kebangsaan
1994-05-14

Icmi dikecam, maka muncul ikatan cendekiawan kebangsaan indonesia alias icki. pemrakarsanya adalah alamsjah ratuperwiranegara, yang…

K
Kalau Bukan Amosi, Siapa?
1994-05-14

Setelah amosi ditangkap, sejumlah tokoh lsm di medan lari ke jakarta. kepada tempo, mereka mengaku…

O
Orang Sipil di Dapur ABRI
1994-05-14

Sejumlah pengamat seperti sjahrir dan amir santoso duduk dalam dewan sospol abri. apa tugas mereka?