Bertumpuk Proyek Di Jalan Tol Cikampek

Edisi: 41/47 / Tanggal : 2018-12-09 / Halaman : 76 / Rubrik : EB / Penulis : Putri Adityowati, ,


BEBERAPA subkontraktor penyedia alat berat berka­li-kali menghubungi Gene­ral Manager Light Rail Tran­sit PT Adhi Karya Isman Wi­dodo, Selasa dua pekan lalu. Mereka me­nanyakan kelanjutan proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT) yang melintas dari Cawang menuju Bekasi Timur sejauh 18,5 kilometer. Sebab, sehari sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta pengerjaan konstruksi kereta ri­ngan di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek ki­lometer 11 sampai kilometer 17 dihentikan sementara.

Subkontraktor kelimpungan karena alat beratnya banyak dioperasikan untuk
pro­yek ini. Mereka ogah merugi apabila alat tersebut teronggok berhari-hari di lapang­an. “Kalau berhenti, ya, berarti harus dipu­langkan, atau bisa dipindahkan ke tempat lain,” kata Isman saat ditemui, Selasa pe­kan lalu. Sedangkan PT Adhi Karya tak mau proyeknya tertunda lebih lama. “Kami je­laskan kepada mereka bahwa ini masih da­lam proses peninjauan.”

Setelah memimpin rapat koordinasi ten­tang penanganan kemacetan jalan tol
Ja­karta-Cikampek di Bekasi Timur, Sela­sa lalu, Menteri Budi mengumum­kan langkah penghentian semen­tara dua proyek infrastruktur, yakni pembangunan kereta ri­ngan oleh PT Adhi Karya dan jalur kereta cepat Jakarta-Ban­dung oleh PT Kereta Cepat In­donesia China (KCIC). Budi meng­instruksikan penghentian dua pro­yek tersebut selama beberapa bulan ke de­pan. “Kami akan minta LRT dan KCIC tidak berkonstruksi dulu di daerah kilometer 11-17. Sementara tidak ada kegiatan di sana,” ujarnya.

Pernyataan ini membuat geger kontrak­tor dan subkontraktor. Direktur Utama PT Adhi Karya Budi Harto kemudian memin­ta konfirmasi tentang hal ini kepada
Kepa­la Badan Pengelola Transportasi Jabode­tabek Bambang Prihartono. Lewat sam­bungan telepon, Budi Harto memastikan pengerjaan konstruksi kereta ringan bisa dilanjutkan hingga tuntas akhir tahun de­pan. “Kalau dihentikan, beban pengeluar­an tambahan bisa jalan terus dan justru ke­reta ini tidak bisa segera berfungsi,” tutur Budi Harto.

Hingga akhir November, pengerjaan konstruksi untuk kereta ringan fase perta­ma, yakni rute Cawang-Bekasi, telah men­capai 42 persen. Adapun pembangunan
ti­ang pancang dan rel kereta rute Cawang-Cibubur mencapai 72 persen, sementara progres rute Cawang-Dukuh Atas…

Keywords: -
Rp. 15.000

Artikel Majalah Text Lainnya

S
SIDANG EDDY TANSIL: PENGAKUAN PARA SAKSI ; Peran Pengadilan
1994-05-14

Eddy tansil pembobol rp 1,7 triliun uang bapindo diadili di pengadilan jakarta pusat. materi pra-peradilan,…

S
Seumur Hidup buat Eddy Tansil?
1994-05-14

Eddy tansil, tersangka utama korupsi di bapindo, diadili di pengadilan negeri pusat. ia bakal dituntut…

S
Sumarlin, Imposibilitas
1994-05-14

Sumarlin, ketua bpk, bakal tak dihadirkan dalam persidangan eddy tansil. tapi, ia diminta menjadi saksi…