Tiga Di Gerbang Kemerdekaan
Edisi: 26/48 / Tanggal : 2019-08-25 / Halaman : 56 / Rubrik : LAPSUS / Penulis : TIM LAPSUS, ,
LIEM Koen Hian adalah ironi. Ia berpulang tanpa menyandang status kewarganegaraan Indonesia yang diperjuangkannya mati-matian. Politik, dunia yang digelutinya selain jurnalistik, telanjur membuatnya sakit hati.
Enam belas tahun sebelum Indonesia merdeka, Liem memperkenalkan gagasan Indonesierschap atau kewarganegaraan Indonesia. Ia mengkritik warga Tionghoa di Hindia Belanda yang masih mengagulkan nasionalisme Cina. Bagi Liem, Indonesia adalah tanah air sesungguhnya Tionghoa peranakan, bukan Tiongkok yang jauh di mata. Hanya dengan turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia-lah warga Tionghoa bisa memperbaiki nasibnyaâââ‰â¬Âyang waktu itu juga menjadi korban diskriminasi politik apartheid pemerintah Hindia Belanda.
Maka ia pun mendirikan Partai Tionghoa Indonesia, yang mengusung nasionalisme Indonesia. Ia juga menjadi bagian Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan memperjuangkan orang Tionghoa agar menjadi warga negara Indonesia kala kemerdekaan tiba. Indonesia akhirnya merdeka. Tapi nasib tak selalu berpihak kepada Liem.
Pada Agustus 1951, ia ditangkap pemerintah dengan tuduhan menjadi simpatisan komunis, meski bukan anggota Partai Komunis Indonesia. Setelah dua setengah bulan dipenjara, ia dibebaskan. Tapi ia telanjur kecewa ditahan bangsanya sendiri. Dulu sekali, di zaman kolonial, ia merasa bangga bila dijebloskan ke bui oleh pemerintah Hindia Belanda karena tulisan-tulisannya. Kini, saking emosionalnya, Liem menanggalkan kewarganegaraannya dan memilih menjadi warga negara Cina.
Dalam status itulah ia meninggal setahun kemudian. Dimakamkan di Medan, tempat peristirahatan terakhirnya…
Keywords: -
Artikel Majalah Text Lainnya
Ini Keringanan atau Deal yang Rasional?
1994-02-05Setelah mou ditandatangani, penggubah lagu pop rinto harahap akan diakui kelihaiannya dalam bernegosiasi perkara utang-piutang.…
Modifikasi Sudah Tiga Kali
1994-02-05Perundingan itu hanya antara bi dan pt star. george kapitan bahkan tidak memegang proposal rinto…
Cukup Sebulan buat Deposan
1994-02-05Utang bank summa masih besar. tapi rinto harahap yakin itu bisa lunas dalam sebulan. dari…
