Manuver Freeport Menggugat Bea Ekspor Tembaga

Edisi: 17 Des / Tanggal : 2023-12-17 / Halaman : / Rubrik : EB / Penulis :


BULAN ini menjadi masa terakhir bagi PT Freeport Indonesia untuk membayar bea keluar sebesar 7,5 persen dari nilai konsentrat mineral yang mereka ekspor. Tahun depan, jika pembangunan smelter Freeport masih belum mencapai 70-90 persen, bea keluar yang harus dibayar perusahaan naik menjadi 10 persen pada periode 1 Januari-31 Mei 2024. Jika mereka tak membayar, izin ekspor tidak bisa terbit.
Klausul bea keluar itu termaktub dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 71 Tahun 2023 yang terbit pada 12 Juli 2023. Setelah aturan tersebut berlaku, Freeport Indonesia, menurut laporan keuangan Freeport-McMoRan kuartal III 2023, sudah menyetor bea keluar US$ 147 juta atau Rp 2,33 triliun untuk ekspor konsentrat tembaga. 
Meski sudah membayar kewajiban tersebut, Freeport Indonesia tetap menyampaikan keberatan kepada pemerintah atas adanya peraturan anyar itu. Alasannya, menurut Freeport, tingkat kemajuan pembangunan smelter tembaga di Manyar, Gresik, Jawa Timur, sudah lebih dari 50 persen sehingga seharusnya mereka tidak dikenai bea keluar untuk ekspor tembaga.

Pekerja melintasi area tambang bawah tanah Grasberg Blok Cave (GBC) yang mengolah konsentrat tembaga di areal PT Freeport Indonesia, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Agustus 2022. Antara/Dian Kandipi
Executive Vice President External Affairs…

Keywords: SmelterFreeport IndonesiaFreeportEkspor Tembaga
Rp. 15.000

Artikel Majalah Text Lainnya

S
SIDANG EDDY TANSIL: PENGAKUAN PARA SAKSI ; Peran Pengadilan
1994-05-14

Eddy tansil pembobol rp 1,7 triliun uang bapindo diadili di pengadilan jakarta pusat. materi pra-peradilan,…

S
Seumur Hidup buat Eddy Tansil?
1994-05-14

Eddy tansil, tersangka utama korupsi di bapindo, diadili di pengadilan negeri pusat. ia bakal dituntut…

S
Sumarlin, Imposibilitas
1994-05-14

Sumarlin, ketua bpk, bakal tak dihadirkan dalam persidangan eddy tansil. tapi, ia diminta menjadi saksi…