Max Lane: Masyarakat Indonesia Tidak Melahirkan Oposisi
Edisi: 31 Des / Tanggal : 2023-12-31 / Halaman : / Rubrik : WAW / Penulis :
PARA aktivis mahasiswa 1990-an, yang dulu bersama-sama menggulingkan Presiden Soeharto, telah memilih jalan berbeda setelah Reformasi 1998. Ada yang masuk ke politik arus utama, aktif di serikat buruh atau lembaga swadaya masyarakat, ada pula yang menjadi wartawan. Indonesianis, Maxwell Ronald Lane, yang akrab disapa Max Lane, menilai sangat alami jika gerakan berhenti dan orang-orangnya memilih jalan sendiri-sendiri setelah kediktatoran bisa diakhiri.
Jalan berbeda itu juga ditunjukkan mantan aktivis 1990-an dalam pemilihan presiden 2024 yang diikuti pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md. Salah satu yang menjadi sorotan adalah bergabungnya mantan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD), Budiman Sudjatmiko, ke kubu Prabowo, orang yang dianggap bertanggung jawab dalam penculikan aktivis 1998.
Max Lane menilai hal itu tidak mengejutkan. “Yang bergabung di pihak yang dulu dimusuhi itu namanya menyeberang,” katanya dalam wawancara secara daring dengan Abdul Manan, Stefanus Pramono, dan Aisha Shaidra dari Tempo pada 22 Desember 2023.
Sekitar dua jam Lane menjelaskan akar lahirnya gerakan mahasiswa 1990-an yang kemudian berujung pada mundurnya Soeharto setelah lebih dari 30 tahun berkuasa. Dia juga berbicara soal politik Indonesia yang tergolong iliberal, tak adanya kekuatan politik alternatif atau oposisi, hingga pertarungan dalam Pemilihan Umum 2024. Untuk alur dan kejelasan, wawancara ini telah diedit.
Bagaimana Anda melihat aktivis yang mendukung Prabowo dalam Pemilu 2024 ini?
Tidak mengejutkan. Ada yang seperti itu. Yang bergabung di pihak yang dulu dimusuhi itu namanya menyeberang. Ada yang tetap di serikat buruh, di LSM. Mengapa mereka sampai menyeberang? Saya tidak tahu isi hati mereka. Kalau saya menilai riwayat Prabowo, yang ditekankan adalah dia terlibat penculikan. Peristiwa Mei 1998 juga ada yang mencurigai dia (terlibat). Kalau saya warga negara Indonesia, dua hal itu sudah cukup untuk memutuskan enggak memilih. Saya bukan WNI. Jadi saya enggak bisa voting dan saya tidak menganjurkan. Tapi ada faktor ketiga yang kurang sering ditekankan. Dia melakukan penculikan itu dalam rangka apa? Menyelamatkan Soeharto dari gerakan rakyat yang ingin menghentikan kediktatoran. Orang yang sampai memakai kekerasan untuk menyelamatkan kediktatoran apakah bisa dipercaya atau tidak untuk menyelenggarakan demokrasi?
Itu kan mengkhianati idealisme aktivis?
Saya mengikuti, misalnya, kampanye Petrus Hariyanto. Dulu anggota PRD. Dia bikin kampanye “Jangan memilih penculik”. Dia mengkritik teman lamanya, Budiman Sudjatmiko. Saya sangat berempati dengan apa yang dilakukan Petrus. Tapi saya juga agak kurang cocok bahwa media dan pemikiran yang agak umum di kaum intelektual hanya berfokus kepada orang seperti Budiman. Mengapa tidak berfokus mengangkat inspirasi untuk kaum muda sekarang, yaitu ada aktivis berumur 55, 60, 65 tahun masih di serikat buruh sampai sekarang?
Karena Budiman pernah jadi ikon gerakan?
Budiman sebelum 1998 itu banyak jasanya. Dia dimasukkan penjara oleh Soeharto. Dia memang tidak ikut demonstrasi 1998 karena di dalam penjara. Tapi jelas dia menyeberang. Tapi jangan lupa, dia masuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Yang pertama kali merehabilitasi Prabowo siapa? Ya, PDIP. Prabowo jadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri. Coba lihat foto-foto waktu Joko Widodo…
Keywords: Prabowo Subianto, Budiman Sudjatmiko, Reformasi 1998, PRD, Aktivis Mahasiswa, Max Lane, 
Artikel Majalah Text Lainnya
Kusmayanto Kadiman: Keputusan PLTN Harus Tahun Ini
2007-09-30Ada dua hal yang membuat menteri negara riset dan teknologi kusmayanto kadiman hari-hari ini bertambah…
Bebaskan Tata Niaga Mobil
1991-12-28Wawancara tempo dengan herman z. latief tentang kelesuan pasar mobil tahun 1991, prospek penjualan tahun…
Kunci Pokok: Konsep Pembinaan yang Jelas
1991-12-28Wawancara tempo dengan m.f. siregar tentang hasil evaluasi sea games manila, dana dan konsep pembinaan…
