Asal-Usul Manusia Indonesia: Dari Austronesia Hingga Homo Floresiensis
Menarik mencari silsilah manusia Indonesia. Ada temuan mematahkan teori yang ada selama ini merunutkan penyebaran para penutur Austronesia mulai 5.000 tahun yang lalu dari Taiwan. Kemudian dari sana menyebar ke Indonesia lewat Filipina dan Malaysia, kemudian ke Pasifik (Polinesia). “Itu artinya mereka datang bukan dari Taiwan, melainkan dari Indonesia,” Martin Martin Richards, doktor genetika dari University of Leeds, Inggris menjelaskan kepada Majalah Tempo.
Temuan tempat lain bercerita, apakah Homo floresiensis ini jawaban dari rangkaian evolusi manusia? Dari hipotesis sementara, diperkirakan manusia Flores ini adalah sempalan dari spesies lain, yaitu Homo
erectus yang otaknya lebih besar, berukuran besar, setinggi manusia modern, dan menyebar dari Afrika ke Asia sekitar dua juta tahun yang silam.
Bagaimana selanjutnya? Sebenarnya, pada 2005, ada studi populasi terhadap manusia modern berperawakan pendek di kawasan sekitar Liang Bua. Namun teknologi saat itu belum memungkinkan para peneliti melihat sisipan genom asing pada manusia modern.
Setahun kemudian, studi DNA yang dilakukan Lembaga Eijkman bersama Pusat Arkeologi Nasional dan Max Planck Institute di Leipzig, Jerman, juga gagal menemukan DNA H. floresiensis. Mereka hanya mendapati DNA manusia modern.
Banyak kisah penggalian, pencarian dan analisa artefak yang dilakukan untuk mencari Silsilah manusia Indonesia. Seri ebook ini mencoba menjawab melalui tulisan yang dapat dimengerti langsung seperti kita menjadi seorang arkeolog.
Ebook Seri Tempo Publihing tentang
pencarian silsilah manusia Indonesia
melalui Google Play Books : https://play.google.com/store/books/series?id=vaSJHAAAABA1uM
Ebook Seri Tempo Publihing lainnya tentang
Pemikiran Nurcholish Madjid
melalui Google Play Books : https://play.google.com/store/books/series?id=jIeXHAAAABAamM
