Melawan Ijon dan Kartel Cengkeh
CENGKEH Purwokerto kesohor berjenis khusus. Artinya hanya bisa di tanam di daerah yang lembab, iklim yang sama dengan daerah Banyumas sendiri. Punya arti khas, karena daerah penyebarannya terbatas dibanding cengkeh jenis Zanzibar -- Madagaskar yang mashur di mana saja mau tumbuh. Tapi justru tanaman khas yang seharusnya menumbuhkan keuntungan itu, bagaikan menusuk-nusuk benak sang Bupati. Pasalnya tak lain soal ijon. Seperti biasa, sang pengijon selnbari membikin harga jatuh, menggaruk untung. Dengan memborong cengkeh 13 Rp 250 per kilogram secara ijon, mereka menyodorkan cengkeh kering dengan harga Rp 5000 per kilogram ke pabrik-pabrik rokok Kudus dan Jawa Timur. Tentu saja Bupati Pudjadi Djaringbondojudo jadi mangkel. “Pemda akan melakukan pemborongan cengkeh dengan harga Rp 1.200 per kilogram”, begitu gertak sang Bupati yang ibukota daerahnya saja menghasilkan 4 ribu ton di panen raya. Dan dalam panen tahun lalu tampaknya berhasil. Para pembeli di kampung-kampung terpaksa nunut. Tertolongkah para petani?
Keywords :Melawan Ijon dan Kartel Cengkeh,
-
Downloads :0
-
Views :307
-
Uploaded on :14-07-2022
-
PenulisPDAT
-
Publisher
Tempo Publishing -
Editor-
-
SubjekHukum
-
BahasaIndonesia
-
Class-
-
ISBN978-623-05-0832-5
-
Jumlah halaman70
Melawan Ijon dan Kartel Cengkeh
Alamat
PDAT Gedung Tempo Jl. Palmerah Barat No. 8 Jakarta 12210
Kontak
Phone / Fax: 62-21 536 0409 (ext. 321) / 62-21 536 0408
WA : 62 838 9392 0723
Email : [email protected]
Support
Support Datatempo
