Tantangan Demokrasi di Irak pasca Referendum Konstitusi Baru Tahun 2005
Proses referendum konstitusi pada Oktober 2005 tidak hanya menjadi momen penting dalam sejarah politik Irak, tetapi juga mencerminkan kompleksitas dari perjuangan nasional yang melibatkan berbagai kelompok etnis dan sektarian. Di satu sisi, ada dorongan untuk membangun sebuah sistem pemerintahan yang inklusif dan demokratis.
Keywords :Tantangan Demokrasi di Irak pasca Referendum Konstitusi Baru Tahun 2005,
-
Downloads :0
-
Views :33
-
Uploaded on :08-07-2025
-
PenulisPDAT
-
Publisher
TEMPO Publishing -
EditorTim Penyusun PDAT: Ismail, Asih Widiarti, Danni Muhadiansyah, Evan Koesumah
-
SubjekPeristiwa
-
BahasaIndonesia
-
Class-
-
ISBN-
-
Jumlah halaman71
Tantangan Demokrasi di Irak pasca Referendum Konstitusi Baru Tahun 2005
Alamat
PDAT Gedung Tempo Jl. Palmerah Barat No. 8 Jakarta 12210
Kontak
Phone / Fax: 62-21 536 0409 (ext. 321) / 62-21 536 0408
WA : 62 838 9392 0723
Email : [email protected]
Support
Support Datatempo
