Tipe dan Panjang Jalur Sepeda di DKI Jakarta

oleh:

Faisal Javier

Senin, 21 Juni 2021 14:16 WIB

Usulan Wakil Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, untuk membongkar jalur sepeda permanen sepanjang 11,2 kilometer di ruas Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta mengundang polemik. Usulan yang disetujui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu mendapat penolakan dari komunitas sepeda, salah satunya Bike to Work (B2W) Indonesia. 

Ketua B2W Indonesia Poetoet Soedarjanto menyampaikan bahwa pembangunan jalur sepeda diatur oleh surat edaran dari Kementerian PUPR tentang panduan pembangunan jalur sepeda.

“Kalau bicara jalur Sudirman-Thamrin ini masuk pada jalur sepeda tipe A, sesuai dengan edaran tersebut,” ujar Poetoet pada Kamis, 17 Juni 2021.

Berdasarkan data yang dihimpun dari lembaga advokasi transportasi berkelanjutan, Institute for Transportation And Development Policy (ITDP), serta penelusuran internet, hingga saat ini tercatat ada 98,48 kilometer jalur sepeda di DKI Jakarta. Rinciannya, 63 kilometer dibangun pada 2019, serta sisanya sudah ada sebelumnya. 

Terdapat lima tipe jalur sepeda di DKI Jakarta. Pertama ialah lajur, yang dalam definisi ITDP berarti lajur sepeda ditandai dengan marka menerus. Kedua ialah permanen, yang dilindungi beton pembatas jalan seperti di ruas Jalan Sudirman-Thamrin. Ketiga adalah berbagi, yang dalam definisi ITDP berarti lajur sepeda ditandai dengan marka putus-putus seperti di ruas Jalan Iskandarsyah Raya, Jakarta Selatan.

Keempat ialah trotoar, yang berarti lajur khusus sepeda berada di atas trotoar. Kelima adalah terpisah, yang berarti jalur sepeda terletak terpisah dari ruas jalan raya seperti pada jalur sepeda di sisi Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Timur.

Mayoritas jalur sepeda di DKI Jakarta merupakan tipe lajur. Selain ditandai dengan marka menerus, jalur sepeda tipe ini juga ditandai dengan cat hijau dan logo sepeda di beberapa titik.