Tingkat Kepercayaan dan Kepopuleran Media di Indonesia

oleh:

Faisal Javier

Jumat, 25 Juni 2021 18:39 WIB

Di Indonesia, tingkat kepercayaan publik terhadap berita di media tergolong rendah menurut laporan Digital News Report 2021 yang dirilis Reuters Institute for the Study of Journalism, yakni 39 persen. Hanya 37 persen responden yang percaya pada berita di mesin pencarian dan  31 persen responden percaya pada berita di media sosial.

CNN Indonesia menjadi media yang mendapat tingkat kepercayaan tertinggi sebesar 68,94 persen, disusul Kompas sebesar 66,94 persen. Sedangkan tvOne menjadi media dengan tingkat ketidakpercayaan terbesar, yakni 12,34 persen, disusul Tribunnews sebesar 10,66 persen. Tempo sendiri memiliki tingkat kepercayaan terbesar kedelapan sebesar 59,86 persen dan tingkat ketidakpercayaan terbesar keempat sebesar 9,8 persen.

Media daring—termasuk media sosial— menjadi sumber berita paling populer, terutama di kalangan urban, yakni sebesar 89 persen, disusul media sosial sebesar 64 persen. Untuk mengakses berita, ponsel pintar menjadi alat terpopuler sebesar 85 persen, disusul komputer sebesar 37 persen. 

Di sisi lain, televisi masih penting bagi kalangan yang tidak memiliki akses internet. Hal ini tergambar dalam hasil survei yang menyebut 58 persen masyarakat menjadikan televisi sebagai sumber berita. Media cetak menjadi sumber berita paling tidak populer, hanya 20 persen responden yang masih memilih media cetak sebagai sumber berita.

Detik.com menjadi media daring paling sering digunakan setiap minggu, yakni sebesar 65 persen responden. Kompas.com menjadi media daring terpopuler kedua dengan 47 persen. Sedangkan Tempo.co menempati peringkat kesembilan media daring terpopuler dengan raihan 24 persen.

Sedangkan pada media luring, tvOne menjadi yang terpopuler dengan 53 persen responden mengaku menonton stasiun televisi tersebut setiap minggu. Metro TV menyusul dengan raihan sebesar 48 persen. Sementara itu Koran Tempo menjadi yang terpopuler kedelapan sebesar 18 persen, sedangkan Majalah Tempo menempati urutan ke-12 dengan raihan 14 persen.

Profesor Media George Washington University Janet Steele dalam laporan itu juga mencatat bahwa pandemi Covid-19 turut mengganggu bisnis media. Sebanyak tiga koran berhenti cetak pada 2020-2021, yakni Indopos, Suara Pembaruan, dan Koran Tempo—beralih ke versi digital. Media lain seperti Majalah Tempo, Harian Kompas, dan Harian The Jakarta Post mulai memaksimalkan fitur berlangganan pada konten mereka. Di sisi lain, hanya 19 persen responden survei di Indonesia yang mengeluarkan uang untuk berita daring.