Positivity Rate Covid-19 Indonesia Tertinggi se-Asia Tenggara

oleh:

Faisal Javier

Jumat, 2 Juli 2021 19:39 WIB

Tingkat positif Covid-19 atau positivity rate Indonesia menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara. Positivity rate Indonesia per 1 Juli 2021 mencapai 16,41 persen, sekitar 3,3 kali lipat dari standar yang ditetapkan WHO sebesar 5 persen. Dengan kata lain, di Indonesia terdapat 16 orang positif dari 100 orang yang dites Covid-19.

Angka positivity rate didapat dari jumlah total kasus positif dibagi jumlah total orang yang dites. Besarnya angka positivity rate menunjukkan virus telah tersebar luas dan jumlah orang yang dites rendah.

Selain Indonesia, terdapat tiga negara Asia Tenggara lain yang melampaui standar positivity rate WHO. Antara lain Filipina sebesar 10,04 persen, Timor Leste sebesar 7,04 persen, dan Myanmar sebesar 5,59 persen. Negara dengan positivity rate terendah diraih Brunei dengan 0,18 persen, Vietnam 0,23 persen, dan Singapura 0,46 persen,

Kemudian hingga 1 Juli 2021, Indonesia telah memeriksa 13,42 juta orang terkait kasus Covid-19. Apabila dibandingkan dengan dengan jumlah penduduk sebanyak 271,35 juta jiwa, maka rasionya menjadi 49.474 orang per satu juta penduduk. Dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia menjadi peringkat kedua terendah rasio tes per satu juta penduduk setelah Laos yang memiliki rasio 40.521 orang per satu juta penduduk.

Rasio tersebut meningkat 3,3 kali lipat dari rasio di bulan Desember 2020. Saat itu Indonesia memeriksa 4,1 juta orang dengan rasio tes 15.149 orang per satu juta penduduk.

Negara dengan rasio tes per satu juta penduduk tertinggi ialah Singapura. Dengan jumlah penduduk sebesar 5,9 juta jiwa, Singapura per 28 Juni 2021 telah memeriksa 13,6 juta orang, sehingga didapat rasio tes 2,3 juta orang per satu juta penduduk.

Berdasarkan jumlah total orang yang diperiksa, Indonesia kini menjadi negara terbanyak keempat se-Asia Tenggara. Jumlah total tes Covid-19 terbanyak se-Asia Tenggara diraih Malaysia yang telah memeriksa 14,13 juta orang.

Data dalam artikel ini didapat dari beberapa sumber. Khusus Indonesia, didapat dari data relawan KawalCovid-19, dan dibandingkan dengan data negara-negara Asia Tenggara lain di proyek penelitian Our World in Data. Sedangkan data Brunei Darussalam didapat dari rilis yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Brunei Darussalam.

Tidak semua data keluar pada tanggal yang sama. Hanya data Indonesia dan Brunei yang dirilis pada tanggal 1 Juli 2021. Sedangkan data sebagian besar negara Asia Tenggara lainnya terakhir rilis pada rentang waktu 16-29 Juni 2021.