18.000 Tenaga Kesehatan di 13 Provinsi Belum Divaksin Covid-19

oleh:

Faisal Javier

Selasa, 13 Juli 2021 18:45 WIB

Di tengah upaya pemerintah mengejar target vaksinasi, masih terdapat tenaga kesehatan yang masih belum mendapat vaksin Covid-19 sama sekali. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 13 Juli 2021, ada 18.060 tenaga kesehatan yang masih belum divaksin. Aceh, Papua, dan Maluku menjadi tiga besar provinsi dengan jumlah terbanyak tenaga kesehatan belum divaksinasi, masing-masing dengan jumlah 4.916 orang, 3.912 orang, dan 2.088 orang.

Apabila dilihat berdasarkan rasio tenaga kesehatan belum divaksin Covid-19 dengan jumlah target, Papua menjadi provinsi dengan rasio terbesar dengan 20 persen tenaga kesehatan belum menerima suntikan vaksin. Maluku menyusul di bawahnya dengan 15 persen, dan Aceh dengan 9 persen.

Sekalipun rasio tenaga kesehatan yang menerima vaksin lebih banyak daripada yang belum, tetapi tentu permasalahan ini bukan hal yang sepele untuk diabaikan. Sebagai garda terdepan penanganan wabah virus corona, tenaga kesehatan membutuhkan perlindungan lebih agar tidak mudah terinfeksi Covid-19, salah satunya dengan vaksin. Apalagi jumlah kematian tenaga kesehatan akibat infeksi virus SARS-CoV-2 pada Juni lalu kembali menunjukkan peningkatan seiring jumlah kasus harian Covid-19 yang kembali melonjak tinggi.

Juru Bicara Pemerintah untuk Program Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengatakan ada beberapa kemungkinan penyebab belasan ribu tenaga kesehatan tersebut belum menerima suntikan vaksin. Seperti memiliki komorbid, masih terinfeksi Covid-19 atau masih belum melewati syarat 3 bulan pasca sembuh, atau keraguan dari tenaga kesehatan itu sendiri. 

“Dan terakhir terkait data yang mungkin belum diupdate oleh kabupaten kota itu sendiri,” ujar Nadia melalui pesan Whatsapp, Selasa, 13 Juli 2021. Nadia memastikan para tenaga kesehatan yang belum divaksin itu akan tetap menjadi prioritas utama dalam vaksinasi Covid-19.

Indonesia sendiri berencana memberikan dosis ketiga vaksin sebagai booster atau penguat bagi para tenaga kesehatan menggunakan vaksin Moderna yang dihibahkan Amerika Serikat. Penyuntikan akan dimulai dari para tenaga kesehatan di Jawa dan Bali yang telah mendapat 2 dosis sebelumnya.

Nadia menyebut meski Badan Kesehatan Dunia alias WHO belum merekomendasikan pemberian vaksin booster, namun sudah ada kajian keamanan yang mendukung perlunya pemberian dosis tambahan. Apalagi Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) juga telah merekomendasikan pemberian dosis ketiga vaksin.