Kasus Covid-19 Turun Karena Jumlah Tes Menurun

oleh:

Faisal Javier

Senin, 26 Juli 2021 17:32 WIB

Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mengumumkan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM kini diperpanjang hingga 2 Agustus 2020 dengan istilah baru yakni PPKM Level 4 dari sebelumnya PPKM Darurat. Terdapat sejumlah penyesuaian dalam PPKM Level 4 yang memberi kelonggaran dibandingkan aturan PPKM Darurat.

Sebelumnya, Jokowi dalam konferensi pers secara daring pada Selasa, 20 Juli 2021 menyebut bahwa pemerintah akan melakukan pelonggaran secara bertahap jika tren kasus menurun. Jokowi saat itu juga mengklaim bahwa PPKM Darurat sukses menekan pertambahan kasus Covid-19 dan tingkat keterisian rumah sakit.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, dalam 4 hari terakhir kasus Covid-19 harian menunjukkan tren menurun. Kasus Covid-19 harian pada 22 Juli mencapai 49.509 kasus, lalu tiga hari berturut-turut setelahnya menurun jadi 49.071 kasus, 45.416 kasus, dan 38.679 kasus.

Berdasarkan temuan Tempo, naik dan turun kasus Covid-19 harian sangat dipengaruhi oleh jumlah tes. Meski sempat terjadi kenaikan kasus walau di hari yang sama jumlah tes menurun, tapi grafik di atas menunjukkan kecenderungan umum yang terjadi selama PPKM Darurat ialah kasus akan turun jika jumlah tes menurun, begitu pula sebaliknya. Hal ini terjadi dalam 4 hari terakhir ketika kasus harian yang diumumkan juga mengalami penurunan.

Jika dibandingkan dengan negara-negara lain per 24 Juli 2021 Indonesia kembali menempati peringkat pertama jumlah kasus Covid-19 harian terbanyak sedunia. Indonesia sebelumnya sempat menempati peringkat pertama dengan kasus Covid-19 harian tertinggi sedunia selama 2 hari berturut-turut, yakni pada tanggal 15 dan 16 Juli 2021.

 

Tingkat tes Indonesia lebih rendah dibanding 3 negara lain yang menempati 4 besar kasus harian tertinggi sedunia, yakni Amerika Serikat, Inggris Raya, dan India. Jumlah tes Covid-19 yang rendah membuat angka positivity rate Indonesia jadi yang tertinggi dibanding 3 negara itu. Angka positivity rate yang tinggi menunjukkan laju penularan Covid-19 masih tinggi serta cakupan tes yang masih rendah.