Ada 7,5 Miliar Twit K-Pop pada Juli 2020-Juni 2021, Terbanyak dari Indonesia

oleh:

Faisal Javier

Kamis, 5 Agustus 2021 21:02 WIB

K-Pop jadi salah satu topik pembahasan dominan di media sosial Twitter. Berdasarkan penelitian Twitter dari 1 Juli 2020 hingga 30 Juni 2021, terdapat sekitar 7,5 miliar kicauan yang berhubungan dengan K-Pop. Jumlah itu memecahkan rekor setahun sebelumnya sebanyak 6,1 miliar twit. Sejak 2010 hingga 2021, rata-rata kenaikan jumlah cuitan tentang K-Pop mencapai 131 persen per tahun.

Dalam penelitian ini, Twitter menggunakan metodologi pelacakan kata kunci yang berhubungan dengan K-Pop, termasuk nama artis, tagar yang berhubungan, serta mention akun resmi artis. Di periode 2020-2021, BTS kembali memuncaki daftar artis K-Pop terpopuler, disusul NCT, Blackpink, dan EXO. Sebelumnya, BTS telah memuncaki daftar itu sejak periode 2015-2016 dan hanya sekali dikudeta oleh EXO pada periode 2017-2018. Kejutan datang dari grup musik Treasure yang langsung menyodok ke posisi 5, padahal grup ini baru merilis album perdana pada Agustus 2020.

 

Dari 7,5 miliar twit tentang K-Pop pada periode 2020-2021, Twitter mencatat sebagian besar berasal dari Indonesia, disusul Filipina, Thailand, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Namun, Twitter tidak mencantumkan berapa angka persis yang disumbang oleh tiap negara. 

Indonesia juga memuncaki daftar negara dengan jumlah penggemar K-Pop terbanyak di Twitter sepanjang Juli 2020 hingga Juni 2021. Di belakangnya menyusul Jepang, Filipina, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Lagi-lagi Twitter tidak menampilkan jumlah angka persis data ini. Twitter mendapatkan data ini dengan metode penelusuran jumlah akun yang menulis twit tentang K-Pop.

Dari 20 negara teratas daftar jumlah twit serta jumlah fans K-Pop di Twitter, sebagian besar merupakan negara dari Benua Asia dan Amerika. Hanya Benua Afrika dan Australia yang tidak mencatatkan kehadiran negara-negaranya dalam 2 daftar itu. Ini menunjukkan pangsa pasar K-Pop terbesar berasal dari kawasan Asia dan Amerika.

Ariel Heryanto, peneliti budaya populer asal Monash University, Australia, dalam bukunya Identitas & Kenikmatan: Politik Budaya Layar Indonesia menyebut bahwa kepopuleran K-Pop di Indonesia tidak terlepas dari gelombang drama televisi Asia Timur yang marak pada periode 2000-an. Dari hasil penelitian Ariel memaparkan bahwa aktor tampan, potongan rambut, pakaian, rumah yang bergaya, pemandangan indah, dan santapan adalah sebagian dari daya tarik utama para penggemar drama televisi Asia Timur. 

Lebih lanjut lagi, Ariel menyebut demam K-Pop dan budaya populer Asia Timur lainnya di Indonesia bermuara pada sejumlah titik yang sama, yakni keruntuhan budaya maskulin yang kuat menyusul kejatuhan pemerintahan militer Orde Baru. Muncul pula hasrat nasional untuk mencari model alternatif tentang manusia Indonesia modern bersamaan dengan ekspansi media baru. Berikutnya, menguatnya kebebasan di kalangan kelas menengah untuk terlibat dalam tren global budaya konsumen.

 

Penelitian Statista pada 2017 menunjukkan aspek penampilan jadi faktor utama kepopuleran musik K-Pop di Indonesia, yaitu tampang dan gaya yang menarik. Kemudian, aspek penampilan juga meliputi tren fesyen dan kecantikan. Sedangkan aspek yang berkenaan dengan musik seperti penampilan di atas panggung, irama dan lagu yang menarik, serta lirik lagu menyusul di posisi berikutnya.