Tingkat Kepatuhan Prokes, Secara Umum Tinggi Namun Perlu Penekanan pada Pemakaian Masker Dobel dan Jaga Jarak

oleh:

Faisal Javier

Kamis, 26 Agustus 2021 19:25 WIB

Menurut hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS), sebagian besar responden telah memiliki tingkat kepatuhan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 yang cukup baik. Ada 5 indikator yang dinilai BPS dalam survei ini, yakni memakai satu masker, memakai masker berlapis, mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak minimal 2 meter, dan menghindari kerumunan.

Hanya saja, angka kepatuhan untuk memakai masker dobel dan menjaga jarak minimal 2 meter masih perlu perhatian lebih. Meski lebih banyak responden yang menjawab patuh atau sering dilakukan pada pemakaian masker berlapis dan menjaga jarak minimal 2 meter, tetapi persentasenya masih lebih rendah dibanding kepatuhan pada prokes lain. Dan itu umum dijumpai di seluruh jenis responden, baik secara wilayah, tingkat pendidikan, jenis kelamin, hingga pengalaman terpapar Covid-19, seperti yang tergambar dalam beberapa grafik di bawah.

 
 

Berdasarkan wilayah, ketaatan prokes responden di Jawa-Bali secara umum lebih tinggi dibanding responden dari luar Jawa-Bali. Sementara jika ditinjau berdasarkan tingkat pendidikan, responden yang mengenyam pendidikan minimal perguruan tinggi secara umum lebih patuh prokes dibanding responden dengan pendidikan SMA ke bawah.

 
 

Kemudian berdasarkan jenis kelamin, perempuan punya kepatuhan prokes yang lebih baik dibanding laki-laki. Sedangkan berdasarkan status pernikahan, responden yang sudah menikah lebih taat prokes dibanding mereka yang belum atau tidak menikah.

 
 

Lalu ditilik dari status vaksinasi, responden yang sudah divaksin justru lebih taat prokes dibanding mereka yang belum mendapat vaksin. Mereka yang telah menerima dua dosis vaksin punya kepatuhan lebih tinggi dibanding mereka yang baru mendapat satu dosis. Apabila ditinjau berdasarkan pengalaman terpapar Covid-19, penyintas Covid-19 lebih patuh terhadap prokes dibanding responden yang belum pernah terpapar.

Survei ini dilakukan BPS secara daring pada 13-20 Juli 2021, tepat saat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, dan disebarkan secara berantai. Teknik sampling yang digunakan ialah non-probablity sampling, dengan jumlah responden 212.762 orang.