Indonesia Sudah Terima 217 Juta Vaksin Covid-19, Merek Sinovac Paling Banyak

oleh:

Faisal Javier

Kamis, 2 September 2021 19:55 WIB

Indonesia kembali kedatangan suplai vaksin Covid-19 Pfizer sebanyak 1,195 juta dosis pada Kamis, 2 September 2021 pagi. Dengan kedatangan vaksin Pfizer itu, Indonesia kini telah menerima 217,14 juta dosis vaksin. Sudah ada 4 merek vaksin yang diterima dan digunakan Indonesia, antaralain Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, dan Pfizer

Mayoritas merek vaksin yang Indonesia terima ialah Sinovac sebanyak 181,9 juta dosis, disusul AstraZeneca sebesar 11,5 juta dosis. Dari 181,9 juta dosis vaksin Sinovac, sebanyak 149,9 juta dosis datang dalam bentuk bulk, 4 juta dalam bentuk setengah jadi (overfill), dan 28 juta dalam bentuk siap digunakan. Sedangkan vaksin AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, dan Pfizer yang telah datang seluruhnya dalam bentuk jadi. 

Suplai bulk vaksin Sinovac dalam jumlah banyak merupakan konsekuensi dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Bio Farma dengan Sinovac di Cina pada 20 Agustus 2020. Perjanjian itu menyebut Bio Farma menjadi prioritas Sinovac dalam mendapatkan bulk vaksin setelah Maret 2021 hingga akhir tahun 2021.

“Bio Farma bukan tukang jahit, tapi transfer of knowledge dan transfer of technology,” kata Menteri BUMN Erick Thohir yang hadir menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman itu bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/12758/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelayanan Covid-19, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah menetapkan tujuh jenis vaksin untuk vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Tujuh jenis vaksin itu adalah produksi Bio Farma, Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax, dan Pfizer-BioNTech. Vaksin produksi Bio Farma merupakan vaksin jadi yang dibuat dari bulk vaksin Sinovac.

Selain itu, Indonesia juga menunggu kedatangan vaksin Sputnik-V produksi The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Rusia. Vaksin ini telah memperoleh Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 24 Agustus 2021.

Hingga 2 September 2021 pukul 12.00 WIB, Kemenkes melaporkan penyuntikan dosis pertama sebanyak 64,7 juta dosis, kemudian dosis kedua sebanyak 36,9 juta dosis. Dengan kata lain, baru 31 persen sasaran vaksinasi Covid-19 yang memperoleh dosis pertama dari target 208,26 juta orang.