Survei YouGov AS: Sebagian Besar Responden Percaya Keberadaan Abang Sam di Afghanistan Tidak Berdampak Signifikan

oleh:

Faisal Javier

Jumat, 3 September 2021 17:30 WIB

Setelah Taliban kembali ke kekuasaan pasca penarikan pasukan koalisi NATO yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan, lembaga riset YouGov America mengadakan survei terhadap 4.201 orang dewasa di AS. Survei diadakan pada 17 Agustus 2021 alias dua hari setelah Taliban menguasai ibu kota Kabul.

Hasilnya, sebanyak 27 persen responden menganggap kehadiran negaranya beserta sejumlah negara Barat lain tidak terlalu berdampak bagi kehidupan masyarakat Afghanistan. Hasil itu menjadi jawaban terbanyak dipilih. Invasi AS ke Afghanistan dipandang tidak benar-benar membuat kehidupan masyarakat setempat membaik atau memburuk.

Sedangkan 26 persen responden lain menganggap invasi negaranya ke Afghanistan membuat kehidupan masyarakat lokal jadi membaik. Anggapan itu menjadi jawaban terbanyak kedua dipilih. Sedangkan responden yang menganggap invasi negaranya membuat kehidupan masyarakat Afghanistan memburuk sebesar 23 persen diikuti mereka yang menjawab tidak tahu sebesar 24 persen.

 

Ditinjau berdasarkan pilihan politik, pendukung Partai Republik jadi penyumbang terbanyak jawaban invasi AS membuat kehidupan masyarakat Afghanistan membaik, yakni sebanyak 39 persen. Sedangkan pendukung Partai Demokrat lebih tinggi kecenderungannya untuk memilih jawaban tidak terlalu berdampak dan membuat kehidupan warga Afghanistan memburuk, masing-masing 31 persen dan 21 persen.

 

YouGov juga mengadakan survei bertema Afghanistan di hari yang sama dengan pertanyaan mengenai menang-kalah koalisi militer pimpinan AS dalam perang di Afghanistan. Hanya 6 persen responden yang menganggap bahwa negaranya telah berhasil. Sebagian besar responden yakni 39 persen menganggap AS tidak kalah atau menang dalam perang itu, dan 38 persen responden menilai negaranya telah kalah.

 

Ditinjau dari preferensi politik, sebagian besar responden yang yang berpendapat bahwa AS kalah adalah pendukung Partai Republik, yakni sebesar 49 persen, disusul dari kalangan independen sebesar 42 persen. Sedangkan pendukung Partai Demokrat, sebanyak 45 persen menyebut AS tidak kalah atau menang dan 33 persen menyebut negaranya kalah.