Efek Pandemi Covid-19, Sejumlah Pintu Masuk Perjalanan Internasional Mendapat Pengawasan Ketat

oleh:

Faisal Javier

Selasa, 28 September 2021 19:44 WIB

Di tengah pandemi global Coronavirus Disease 2019, pelaku perjalanan luar negeri jadi salah satu pelaku potensial pembawa varian baru Covid-19. Oleh karena itu, pemerintah memberlakukan pembatasan pada sejumlah pintu masuk ke Indonesia, baik darat, laut, atau udara.

 

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang didapatkan Tempo.co, ada 22 pintu masuk perjalanan internasional ke Indonesia yang mendapat pengawasan ketat dari pemerintah. Jumlah itu terdiri dari 5 bandara, 8 pelabuhan laut, dan 9 jalur darat.

Kemenkes melaporkan bahwa lebih dari 90 persen pelaku perjalanan luar negeri warga negara Indonesia (WNI) masuk melalui pos lintas batas negara (PLBN) Entikong dan Aruk. Kedua PLBN itu terletak di Provinsi Kalimantan Barat dan berbatasan langsung dengan Malaysia. 

Sementara pelaku perjalanan luar negeri warga negara asing (WNA) lewat jalur darat sepenuhnya didominasi WNA Papua Nugini dan Timor Leste. Mereka masuk wilayah Indonesia masing-masing melalui PLBN Sota di Kabupaten Merauke, Papua, dan PLBN Motaain di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

 

Sedangkan hampir 90 persen pelaku perjalanan luar negeri jalur laut memasuki Indonesia lewat Pelabuhan Batam Center di Provinsi Kepulauan Riau, hampir seluruhnya merupakan warga negara Indonesia (WNI). Sebanyak 82 persen kedatangan berasal dari Malaysia, dan 13 persen kedatangan dari Singapura. Jumlah kedatangan melalui jalur laut tertinggi terjadi di bulan Agustus, yakni hampir 4.000 kedatangan dalam sebulan.

Kemudian Kemenkes juga mencatat 86 persen pelaku perjalanan luar negeri jalur udara datang ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. Sebagian besar pelaku perjalanan luar negeri jalur udara datang dari Malaysia, Singapura, dan Uni Emirat Arab. Kemenkes melaporkan bahwa sebagian besar dari mereka merupakan pekerja migran Indonesia (PMI).