Jumlah Politisi Ukraina Paling Banyak Tercatat dalam Pandora Papers

oleh:

Faisal Javier

Kamis, 7 Oktober 2021 19:06 WIB

Berdasarkan laporan investigasi Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ), dokumen Pandora Papers yang dibocorkan ke tangan mereka memuat 336 nama politisi dari seluruh dunia. Ukraina menjadi negara dengan jumlah politisi yang paling banyak tercatat dalam dokumen itu, yakni 38 orang.

Salah satu nama yang muncul dalam dokumen itu adalah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Sebelum terpilih jadi presiden pada 2019, Zelensky terkenal sebagai aktor dan komedian yang membintangi komedi situasi (sitkom) TV. Komedi itu secara satir menggambarkan korupsi yang endemik di pemerintahan Ukraina.

Dilansir dari Al Jazeera, dokumen itu menyebut Zelensky dan rekan-rekannya membangun sebuah jaringan perusahaan lepas pantai (offshore company) pada 2012. Salah dua perusahaan lepas pantai tersebut kemudian digunakan untuk membeli tiga properti mewah di tengah kota London.

Laporan ICIJ juga menyebut Zelensky melepaskan kepemilikan saham di salah satu perusahaan kepada salah seorang tangan kanannya, Serhiy Shefir, yang berhasil selamat dari upaya pembunuhan bulan lalu.

Negara dengan jumlah nama politisi terbanyak kedua dalam dokumen itu adalah Rusia, yakni sebanyak 19 orang. Konsorsium juga  melaporkan, sebuah perusahaan lepas pantai digunakan untuk membeli sebuah apartemen seharga 4 juta dolar AS di Monako pada 2003. Apartemen itu diatasnamakan seorang perempuan bernama Svetlana Krivonogikh, yang memiliki seorang anak perempuan—dokumen kelahirannya tidak mencantumkan nama sang ayah. Menurut laporan media investigasi Rusia Proekt, Presiden Rusia Vladimir Putin diduga ayah dari anak perempuan itu.

Di Pandora Papers juga terdapat dua nama politisi Indonesia, yakni Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Selain itu, dokumen itu juga menyebut keterlibatan pengusaha Indonesia antara lain Edward Soeryadjaya, keluarga Ciputra, dan Chairul Tanjung.

Laporan investigasi dokumen Pandora Papers membongkar keberadaan aset rahasia, kesepakatan bisnis, dan kekayaan tersembunyi milik para pejabat dan miliarder, termasuk 30 pemimpin dunia. Dalam dokumen itu juga terdapat data wali kota, narapidana, megabintang sepak bola, hingga pesohor yang ditengarai mendirikan perusahaan cangkang di negeri bebas pajak.

Konsorsium memperoleh bocoran data itu dari sumber anonim. Bersama 600-an jurnalis dari 150 media di 117 negara, Tempo menjadi satu-satunya media di Indonesia yang terlibat proyek kolaborasi Pandora Papers. Sejauh ini, skala pembocoran dokumen rahasia itu jadi yang terbesar sepanjang sejarah, mengalahkan skala pembocoran dokumen rahasia lain yang pernah dipublikasikan oleh ICIJ maupun media lain, mengalahkan Panama Papers pada 2016.