Kematian Covid-19 di Indonesia pada 10 Oktober Terendah Sejak Juni 2020

oleh:

Faisal Javier

Senin, 11 Oktober 2021 18:26 WIB

Kementerian Kesehatan melaporkan kematian harian Covid-19) di Indonesia pada Minggu, 10 Oktober 2020 sebanyak 39 jiwa. Jumlah itu merupakan yang terendah selama tahun 2021, dan sejak Juni 2020.

Indonesia terakhir kali mencatatkan angka kematian harian Covid-19 di bawah 40 jiwa pada Juni 2020. Sejak itu angka kematian selalu berada di atas 50 jiwa, dan terus melonjak hingga ratusan jiwa per harinya. Bahkan ketika gelombang kedua Covid-19 melanda Indonesia pada Juli dan Agustus 2021, angka kematian bahkan menyentuh hingga ribuan jiwa per hari. Kematian tertinggi selama pandemi terjadi pada 27 Juli 2021, yakni sebanyak 2.069 jiwa. Disusul10 Agustus 2021 sebanyak 2.048 jiwa per hari.

Grafik angka kematian harian Covid-19 di Indonesia selama sepuluh hari awal bulan Oktober 2021 menunjukkan penurunan, walau tidak konstan. Selain itu, sejak awal Oktober angka kematian harian selalu berada di bawah angka 100 jiwa per hari.

Penurunan angka kematian Covid-19 di Indonesia mulai terlihat sejak September 2021. Berdasarkan rekapitulasi data kematian bulanan yang dihimpun Tempo.co, jumlah kematian pada bulan itu sebanyak 8.916 jiwa, menurun 77 persen dibanding Agustus 2021. Pada Agustus 2021 angka kematian Covid-19 dalam sebulan mencapai 38.904 jiwa, tertinggi di antara bulan-bulan lain selama pandemi.

Rata-rata angka kematian harian pada September 2021 sebesar 297 jiwa per hari. Jumlah itu berkurang sekitar 4 kali lipat dibanding rata-rata kematian harian di bulan Agustus yang mencapai 1.297 jiwa.

Dengan demikian, maka angka kumulatif kematian Covid-19 sejak awal pandemi di Indonesia telah mencapai 142.651 jiwa. Kemudian rasio kematian akibat Covid-19 Indonesia alias case fatality rate (CFR) Indonesia—angka kematian berbanding angka kasus—mencapai 3,37 persen.

Rasio itu pun masih di atas CFR seluruh dunia. Menurut Our World in Data, angka CFR rata-rata dunia adalah 2,04 persen. Sedangkan situs Coronavirus Resource Center milik John Hopkins University and Medicine menempatkan Indonesia sebagai negara dengan CFR tertinggi ketiga di dunia setelah Meksiko dan Bulgaria.