Survei Statista: 65 Persen Penduduk Finlandia Nikmati Kuota Internet Ponsel Tanpa Batas

oleh:

Faisal Javier

Selasa, 19 Oktober 2021 21:40 WIB

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Statista Global Consumer Survey di 21 negara, sebagian penduduk di negara-negara tersebut dapat menikmati kuota internet tanpa batasan sama sekali di ponsel mereka. Negara di kawasan Baltik, Finlandia, menjadi negara dengan persentase jumlah penduduk tertinggi yang dapat menikmati layanan tersebut, yakni sekitar 65 persen dari jumlah penduduk negara tersebut.

Proporsi itu tidak hanya tertinggi di kawasan Eropa, tetapi juga seluruh dunia. Dengan jumlah penduduk pada 2021 sekitar 5,5 juta jiwa, menurut perkiraan Worldometer, maka diperkirakan ada 3,6 jiwa penduduk Finlandia yang tidak perlu mengkhawatirkan kehabisan kuota saat menggunakan internet di ponsel mereka. 

Di posisi selanjutnya terdapat Swiss dan Amerika Serikat (AS). Lebih dari setengah populasi Swiss memiliki kuota internet unlimited, sementara di AS terdapat 46 persen populasi yang menikmati fasilitas tersebut. Kemudian di belakang AS terdapat Rusia dengan proporsi populasi yang memperoleh layanan tersebut sebanyak 35 persen.

Terdapat tiga negara berkekuatan besar global dalam peringkat delapan besar yang dirilis oleh Statista, yakni AS, Rusia, dan Cina yang berada di posisi tujuh dengan proporsi 24 persen. Statista menyoroti Jerman, negara Eropa dengan PDB tertinggi keempat di dunia, yang justru menempati peringkat terakhir dalam laporan tersebut dengan proporsi enam persen. Menurut Statista, temuan itu mencerminkan kekurangan Jerman dalam menyediakan infrastuktur digital yang terjangkau dan berkualitas, yang semakin mencolok saat pandemi Covid-19.

 

Statista menjelaskan, ketimpangan proporsi penduduk yang dapat menikmati layanan kuota internet ponsel tanpa batas tergambar dalam tarif yang ditawarkan penyedia layanan di masing-masing negara. Di Amerika Serikat, penduduk negara tersebut dapat menikmati layanan internet 5G tanpa batasan kuota dengan harga 40 dolar AS atau sekitar Rp 570 ribu per bulan, meski harga tersebut merupakan harga yang ditawarkan provider kecil. 

Sementara sejumlah provider Finlandia menawarkan layanan internet unlimited dengan kecepatan mengunduh 37,5 megabita per detik seharga rata-rata 30 euro atau Rp 501 ribu per bulan. Layanan tersebut tidak hanya dinikmati di Finlandia, tetapi juga di negara-negara kawasan Skandinavia dan Baltik, bahkan berlaku pula untuk kartu prabayar. Sementara di Jerman, layanan termurah dengan kecepatan serupa ditawarkan provider O2 milik perusahaan Telefónica Germany dengan harga 50 euro atau sekitar Rp 834 ribu per bulan dengan kontrak penggunaan dua tahun.

Penelitian ini berlangsung selama setahun, yakni dari bulan Juli 2020 hingga Juni 2021. Jumlah responden yang mengikuti survei ini sekitar 1.900 hingga 5,400 orang per negara, bergantung pada jumlah populasi di masing-masing negara.