Survei SMRC: Sebagian Besar Responden Beri Nilai Buruk untuk Kondisi Ekonomi Rumah Tangga

oleh:

Faisal Javier

Jumat, 22 Oktober 2021 18:58 WIB

Menurut temuan lembaga riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), sebanyak 37 persen responden menilai kondisi ekonomi rumah tangganya lebih buruk dibanding tahun lalu. Rinciannya, sebanyak 32,6 persen responden menjawab kondisi ekonomi rumah tangganya lebih buruk dibanding tahun lalu, dan 4,4 persen responden memilih jawaban jauh lebih buruk. Jumlah itu mengalahkan responden yang memilih jawaban lebih baik.

Sementara responden yang menganggap kondisi ekonomi rumah tangganya lebih baik  dibanding tahun lalu sebanyak 31,4 persen responden. Dengan rincian 27,9 persen responden memilih jawaban lebih baik, dan 3,5 persen menjawab jauh lebih baik. Kemudian 31,4 persen responden menilai tidak ada perubahan dalam kondisi ekonomi rumah tangganya, dan 0,2 persen responden memilih tidak menjawab atau jawaban tidak tahu.

 

Terkait tren persepsi masyarakat atas kondisi ekonomi rumah tangganya dalam dua tahun terakhir, SMRC menemukan bahwa sentimen positif tentang kondisi ekonomi rumah tangga dalam setahun terakhir menguat hampir 20 persen. Pada hasil survei Oktober 2020, responden yang menilai kondisi ekonomi rumah tangganya lebih baik sebesar 12,2 persen. 

Namun, tren itu belum kembali ke posisi normal sebelum pandemi Covid-19. Pada Juni 2019, ada 45,8 persen responden yang menjawab kondisi ekonomi rumah tangga lebih baik. Kemudian naik jadi 48,6 persen di Maret 2020 saat Covid-19 pertama kali tercatat di Indonesia.

Survei ini dilakukan pada 15-21 September 2021. SMRC menggunakan metode multistage random sampling untuk mendapatkan sampel populasi, dan didapatkan jumlah responden 1.220 responden. Dari jumlah itu, responden yang dapat diwawancarai secara valid (response rate) sebanyak 981 responden atau 80 persen. Hasil analisis dalam survei ini pun didapat dari 981 responden itu. Batas kesalahan (margin of error) survei ini diperkirakan sekitar 3,19 persen.