Jumlah Kunjungan Wisman pada September 2021 Alami Kenaikan Dibanding Bulan Sebelumnya

oleh:

Faisal Javier

Kamis, 4 November 2021 18:56 WIB

Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada September 2021 mencapai 126.510 orang. Jumlah itu mengalami kenaikan sebesar 1,41 persen dibandingkan Agustus 2021 yang mencapai sekitar 124,750 orang. 

Namun bila dibandingkan secara per tahun (year-on-year) dengan September 2020, maka terjadi penurunan sebesar 15,08 persen. Jumlah kunjungan wisman pada September 2020 adalah sekitar 148.984 orang.

Kenaikan itu terlihat pada sejumlah pintu kedatangan internasional. Di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah kedatangan wisatawan asing pada September 2021 mencapai 4.081 orang, naik 281,05 persen dibanding Agustus 2021 sebanyak 1.071 orang. Namun jumlah itu menurun 45,35 persen dibanding September 2020 sebanyak 7.468 orang.

Sedangkan di Bandara Sam Ratulangi, Manado, jumlah wisman yang datang pada September 2021 sebanyak 593 orang, naik sekitar 11.760 persen dibanding bulan Agustus 2021 yang hanya lima orang. Namun jumlah itu menurun 72,72 persen dibanding September 2020 yang mencapai 2.174 orang.

Wisman asal Timor Leste masih mendominasi jumlah kunjungan wisman pada September 2021, yakni sekitar 72.900 orang atau 57,7 persen dari total keseluruhan. Sebelumnya wisman Timor Leste juga mendominasi jumlah kedatangan wisman di Indonesia pada Agustus 2021, yakni sekitar 75.700 orang atau 59,5 persen dari total keseluruhan. 

Kemudian wisman asal Malaysia juga masih menempati peringkat kedua jumlah kunjungan wisman pada September 2021, yakni sekitar 38.800 orang atau 31,5 persen dari total keseluruhan. Pada Agustus 2021, jumlah wisman Malaysia yang masuk ke Indonesia juga sekitar 39.800 orang atau 31,3 dari jumlah keseluruhan di bulan itu.

Menyusul kondisi Covid-19 yang menunjukkan tren membaik, Indonesia telah membuka pintu kedatangan internasional di Bali, yakni Bandara Ngurah Rai pada 14 Oktober 2021. Sebanyak enam negara telah menjalin komunikasi dengan Indonesia untuk kerja sama travel corridor arrangement, yaitu Cina, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru.