Ubud Peringkat Kedua Kota Paling Ramah Vegan Sedunia Versi The Vegan Word

oleh:

Faisal Javier

Minggu, 7 November 2021 17:32 WIB

Situs khusus vegan, The Vegan Word menempatkan Ubud, Bali sebagai kota paling ramah vegan kedua sedunia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan The Vegan World, di Ubud terdapat 19 restora khusus vegan berbanding 100 ribu penduduk.

Destinasi wisata yang terletak di Kabupaten Gianyar itu selama ini dikenal sebagai pusat kegiatan bagi para turis dan nomad digital. Menurut The Vegan Word, lokasinya yang berada di surga tropis Bali membuat buah-buahan tropis melimpah ruah di wilayah itu, dan orang-orang dapat menemukan restoran ramah vegan yang beragam. 

“Cobalah vegan naamlette (dadar vegan) di Sage, crepe vegan di Earth Cafe and Market, atau buatlah smoothie bowl versi Anda di Alchemy,” seperti dikutip dari situs The Vegan Word. Situs itu juga merekomendasikan para vegan untuk tinggal di BeingSattvaa, sebuah resor retret khusus kaum vegetarian di Ubud.

Sementara di peringkat pertama kota paling ramah vegan sedunia adalah Chiang Mai, Thailand. Berdasarkan penelusuran The Vegan World, terdapat 30 restoran khusus vegan di Chiang Mai berbanding 100 ribu penduduk. Kemudian di peringkat ketiga adalah Phuket, Thailand, dengan jumlah restoran vegan sebanyak 13 restoran berbanding 100 ribu penduduk.

The Vegan Word mengakui bahwa penilaian kota ramah vegan yang situs itu lakukan bukan satu-satunya indikator keramahan suatu wilayah terhadap kaum vegan. Situs perjalanan asal Inggris, Hayes and Jarvis sebelumnya juga telah merilis daftar kota paling ramah terhadap vegan berdasarkan aalisis terhadap daftar yang dirilis TripAdvisor

Dalam daftar itu, Dublin, Irlandia menjadi kota ramah vegan dengan 21,2 persen restoran di kota itu dikategorikan ramah vegan, disusul Phuket dengan jumlah restoran ramah vegan sebanyak 20,1 persen dari total restoran di kota itu.

Metode yang digunakan The Vegan Word adalah membandingkan jumlah restoran khusus vegan yang ada di situs Happycow dengan jumlah penduduk yang ada di kota itu. Sehingga tingkat ramah vegan suatu kota atau bahkan status kota vegan bersifat relatif terhadap besaran penduduk di suatu kota.