BPS: Tingkat Pengangguran Terbuka pada Agustus 2021 Turun 0,58 Persen Dibanding Agustus 2020

oleh:

Faisal Javier

Senin, 15 November 2021 20:08 WIB

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia pada Agustus 2021 adalah sebesar 9,10 juta penduduk. Jumlah itu menurun dibanding jumlah pengangguran setahun sebelumnya yang mencapai 9,77 juta orang.

Dengan demikian, maka tingkat pengangguran terbuka (TPK) Indonesia pada Agustus 2021 adalah sebesar 6,49 persen. Komposisi TPK pada Agustus 2021 mengalami penurunan sebesar 0,58 persen dari TPK di Agustus 2020 yang mencapai 7,07 persen.

Untuk diketahui, BPS mendefinisikan TPK sebagai persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja. Jumlah angkatan kerja terdiri dari akumulasi angka penduduk usia kerja—15 tahun ke atas—yang bekerja, angka penduduk usia kerja yang untuk sementara berhalangan kerja, dan angka penduduk usia kerja yang menganggur.

Berdasarkan riset BPS, jumlah angkatan kerja Indonesia pada Agustus 2021 mencapai 140,15 juta orang, naik 1,93 juta orang dibanding Agustus 2020. Sementara jumlah penduduk usia kerja yang telah bekerja pada Agustus 2021 sebesar 131,05 juta orang. Jumlah itu naik 2,60 juta orang dibanding tahun sebelumnya.

 
 
 

Bila ditinjau dari jenis kelamin, TPT pria mengalami penurunan lebih tinggi dibanding perempuan. Pada Agustus 2021, TPT pria adalah sebesar 6,74 persen, menurun 0,99 persen dari TPT tahun sebelumnya. Sedangkan TPT perempuan pada Agustus 2021 menurun 0,35 persen menjadi 6,11 persen dari 6,46 persen di tahun sebelumnya.

Sementara berdasarkan daerah tempat tinggal, penurunan tingkat pengangguran di perkotaan lebih tinggi dibanding pedesaan. Level TPT di perkotaan pada Agustus 2021 adalah 8,32 persen, menurun 0,66 persen dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan tingkat pengangguran di pedesaan pada Agustus 2021 adalah 4,17 persen, menurun 0,54 persen dari catatan tahun sebelumnya.

Sebagai catatan, perekonomian Indonesia pada kuartal III 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 3,51 dibanding tahun sebelumnya. Namun menurut Kepala BPS Margo Yuwono, pertumbuhannya tidak setinggi periode kuartal III tiga tahun ke belakang berturut-turut. 

Hal ini disebabkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat selama Juli-Agustus. Pembatasan itu diberlakukan untuk menekan kasus Covid-19 yang melonjak. Akibatnya, mobilitas masyarakat pun terbatas.

“Kalau dibandingkan dengan triwulan III 2020 atau secara year-on-year (yoy) maka ekonomi Indonesia tumbuh 3,51 persen,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 5 November 2021

“... dan itu akhirnya mengganggu aktivitas ekonomi secara keseluruhan,” kata Margo.